- PELUANG USAHA
- Kesempatan atau waktu yang tepat yang seharusnya diambil / dimanfaatkan bagi seorang wirausahawan untuk mendapatkan keuntungan
- Target usaha yang didalamnya terdapat keinginan dan kebuuhan yang akan dipenuhi atau dipuaskan seseorang atau kelompok
- Permintaan
- Jika harga naik, jumlah permintaan turun
- Jika harga turun, jumlah permintaan naik
- Maka seorang wirausahawan / produsen harus berhati-hati dalam menetapkan harga produk / barang karena konsumrn bisa sentisitif terhadap harga jual barang dan jasa tertentu
- Penawaran
- Jika harga naik, penawaran naik
- Jika harga turun, penawaran turun
- Besar kecilnya jumlah penawaran akan menentukan jumlah keuntungan yang akan diperoleh wirausaha
- Integrasi vertikal: penggabungan usaha yang mempunyai keterkaitan usaha yang saling membutuhkan secara kontiniu
- Menambah kapasitas: menaikkan jumlah produksi Memasuki bisnis baru: membuka usaha baru yang tidak ada kaitannya dengan usaha yang sedang berjalan
- INFORMASI USAHA
- Menggali peluang usaha
- Menyusun konsep usaha yang tepat
- Menciptakan nilai tambah dan menguntungkan
- Perluasan kompetisi dalam usaha
- Produk/jasa yang diminati konsumen (meliputi: produksi, pemasaran, desain, kualitas dan manfaatnya)
- Masalah ketenaagakerjaan
- Sumber informasi peluang usaha data primer: diperoleh dari konsumen, pembeli, pelanggan sendiri, pedagang perantara, penjual sendiri
- Sumber informasi peluang usaha data sekunder: catatan intern wirausaha sendiri, pemerintah, data biro statistik, perkumpulan pedagang, KADIN (kamar dagang dan industri), media massa
- MENGIDENTIFIKASI PELUANG USAHA DAN MENGGALI PELUANG USAHA
- Memperhatikan bidang hasil usaha produk, yaitu: kedudukan pasar, profitabilitas, SDM, keuangan, sarana kerja, tanggung jawab sosial, dan pengembangan usaha.
- Belajar ilmu manajemen usaha melalui dunia pendidikan
- Meminta jasa konsultan manajemen, keluarga, atau kenalan
- Peluang usaha yang diahrapkan
- Peluang sumber daya yang tersedia
- Persaingan
- Sumber alam yang terbatas
- Latihan dan kursus yang tersedia
- Kebijakan pemerintah dalam hal kemudahan-kemudahan
- MENGANALISIS PELUANG USAHA
- Dimana ada peluang (opprtunity)
- Apa saja yang mengancam (threat)
- Adakah kekuatan yang dapat mendukung keberhasilan usaha (strength)
- Apakah kelemahan yang menghambat keberhasilan usaha (weakness)
- Menentukan tujuan usaha
- Mengumpulkan fakta-fakta
- Melakukan analisis terhadap fakta-fakta
- Merumuskan secara tegas, tepat dan bertanggung jawab
- Merumuskan berbagai alternatif dan memilih yang terbaik
- Merumuskan rencana strategi jangka panjang
- Merumuskan rencana taktis jangka pendek
- Menyusun annggaran belanja perusahaan
- Menganalisis peluang usaha, berdasarkan produk (klasifikasi jenis produk)
- Produk primer: penggalian sumber daya alam seperti pertanian, perikanan, perkebunan, pertambangan, dsb
- Produk sekunder: pengolahan atau pemrosesan bahan baku menjadi produk jadi, seperti separu, tas, garmen, makanan,dsb
- Produk tersier: peralatan dan pelayanan jasa, seperti perbankan, asuransi, perhotelan, rumah makan, pertokoan, pengangkutan, travel biro,dsb.
- Memenuhi keinginan dan minat konsumen terhadap produk
- Memenangkan persaingan dalam pengembangan usaha
- Meningkatkan jumlah penjualan produk
- Mendayagunakan sumber-sumber produksi
- Mencegah kebosana konsumen terhadap produk
- Produk laku terjual
- Diminati konsumen
- Menguntungkan
- Mudah, hemat dan praktis dalam pemakaian
- Efisien dalam penggunaan
- Kualitas yang terjamin
- Menganalisis peluang usaha berdasarkan jasa
- Menganlisis peluang usaha berdasarkan minat dan daya beli konsumen
- Menyusun daftar komponen produk, baik jenis, jumlah dan daya belinya
- Membuat model kasar sesuai dengan minat atau daya beli konsumen
- Menyusun urutan kerja pembuatan produk, sehingga produk selesai tepat waktu
- Memanfaatkan tenaga kerja yang ahli secara efektif dan efisien
- Memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan
- RESIKO
- IDENTIFIKASI KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN USAHA
- Manusia
- Keuangan
- Organisasi
- Perencanaan
- Mengatur usaha
- Pemasaran
- Adminstrasi
- Fasilitas pemerintah
- Catatan bisnis
- Pengendalian pribadi: mengenali arti penting kehidupan pribadinya bagi kegiatan usaha
- Pemikir kreatif: mencari sesuatu yang lebih baik dalam bisnisnya
- Pengendalian diri: ingin dapat mengendalikan semua yang mereka lakukan
- Mengusahakan: menyukai aktivitas yang menunjukkan kemajuan-kemajuan yang berorientasi pada tujuan
- Pemikir objektif: tidak takut mengakui jika keliru
- Pemecah masalah: memiliki banyak alternatif
- Mengarahkan diri sendiri: memotivasi diri untuk berhasil
- Mengelola usaha dengan sasaran: cepat memahami tugas rinci yang harus diselesaikan untuk mencapai sasaran usaha
- Kebiasaaan menunda-nunda waktu: menunggu hari esok dalam berusaha, menunggu waktu dalam berusaha
- Ketekunan dan ketaqwaan: membayangkan kegagalan yang bukan-bukan, kurang tekun dan taqwa kepada Allah
- Kepribadian negatif: kurang mampu menggunakan kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri sendiri, kurang bergaukl dengan orang lain, perasaan rendah diri, dan lekas menyerah serta tidak percaya pada diri sendiri
- Kebiasaan boros: mengeluarkan uang secara berlebihan, perasaan takut miskin, sifat mementingkan diri sendiri
- Kebiasaan hati-hati yang berlebihan: takut menggunakan waktu dalam usaha, takut menghadapi waktu dalam usaha, dan takut menghadapi resiko dalam usaha
- Dedikasi: meremehkan waktu dan dedikasi pribadi yang diperlukan untuk memulai usaha
- Pengendalian usaha atau bisnis: gagal mengendalikan aspek-aspek utama usaha
- Pengalaman manajemen: pemahaman umum terhadap disiplin manajemen yang rata-rata kurang
- Pengelolaan piutang: menimbulkan masalah arus kas yang buruk karena kurangnya perhatian terhadap piutang
- Memperluas usaha berlebihan: memulai suatu program perluasan usaha sebelum siap berbisnis
- Perencanaan keuangan: meremehkan kebutuhan usaha atau bisnis
- Lokasi usaha: memilih lokasi usaha awal yang buruk untuk perusahaannya.
- Pembelanjaan: menimbulkan pengeluaran awal yang tinggi yang sebenarnya tidak penting
Pengertian peluang usaha:
Identifikasi peluang usaha melalui permintaan dan penawaran
Untuk menangkap peluang usaha perlu kerja keras dan pengorbanan, yang diidentifikasikan oleh pengalaman, pendekatakan terhadap manusia, teknologi, komunikasi dan informasi
Strategi untuk menangkap peluang usaha:
Pengertian informasi:
Menurut ANTON M. MOELIONO, informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita. Informasi juga merupakan keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan
Menurut GORDON B. DAVIS, informasi adalah data yang telah dirposes/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya
Informasi dibutuhkan untuk:
Dalam mencari dan menyusun informasi pemanfaatan peluang usaha, wirausahawa memerlukan informasi tentang: minat dan daya beli konsumen, seluk beluk pemasaran produk / jasa, penjualan produk / jasa, produk / jasa, manajemen usaha, modal usaha, tenaga kerja, perawatan peralatan, adminstrasi dan pembukuan, serta penelitian dan pengembangan usaha.
Syarat informasi: datanya harus lengkap, dapat dipercaya dan masih berlaku
Sumber informasi:
Mengidentifikasi peluang usaha dapat dilakukan dengan:
Peluang usaha dapat dilihat melalui peta peluang usaha, yaitu: gambaran kelompok-kelompok industri di mana masing-masing kelompok industri berkumpul perusahaan yang bervariasi dalam bentuk kepemilikan usahanya, struktur modalnya, gaya manajemen usahanya, dan ruang lingkup aktivitasnya.
Ada dua komponen utama yang harus diperhatikan dalam membuka peluang usaha, yaitu:
Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam mengidentifikasi peluang usaha:
Dengan tersedianya informasi dari luar dan dalam, maka wirausaha dapat menganalisis peluang usaha dengan menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threat)
Proses analisis peluang usaha secara sistematis:
Peluang usaha dapat dianalisis dengan cara:
Tujuan menganalisis produk:
Adapun yang menjadi penentu keberhasilan usaha dibidang produk berdasarkan analisis pemanfaatan peluang usaha adalah:
Syarat produk/jasa yang tepat untuk diusahakan:
- a.
Jasa adalah: hasil dari kegiatan produksi yang tidak mempunyai wujud tertentu serta tidak mempunyai sifat-sifat fisik tertentu, dan tidak terdapat tenggang waktu antara produksinya dengan dikonsumsinya
Jenis-jenis usaha yang perlu dianalisis adalah usaha yang bergerak dalam bidang perbankan, asuransi, konsultan, biro perjalanan, pariwisata, ekspedisi, penginapan, perbengkelan, pengangkutan, praktek dokter, restoran, salon kecantikan,dsb.
Syarat-syarat pembuatan produk dan jasa:
Seorang wirausaha harus kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan peluang usaha.
Dalam memanfaatkan peluang usaha harus juga memperhatikan faktor lingkungan usaha, karena dapat menjadi pendorong dan penghambat jalannya perusahaan, yaitu lingkungan mikro ( yang berkaitan dengan operasional perusahaan) dan lingkungan nmakro (yang ada di luar perusahaan)
Resiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa
Dalam usaha kemungkinan resiko yang timbul antara lain: barang tidak laku, barang-barang yang tidak bisa terbayar, barang tidak bermanfaat bagi konsumen, bencana alam, pencurian, penipuan, kredit macet, utang yang besar dan tidak terbayar, pemogokan karyawan, sabotase terhadap usaha, harga tidak stabil, persaingan global, resesi dan inflasi, gejolak politik dalalm negeri, keuangan usaha, tidak dipercaya oleh perbankan, cash flow yang tersendat-sendat, penjualan yang rendah, kacaunya distribusi, sulitnya bahan baku, kacaunya manajemen produksi.
Faktor-faktor yang menjadi dasar keberhasilan usaha:
Identifikasi karakteristik sukses seorang wirausaha yang menonjol adalah:
Kegagalan usaha, dapat diidentifikasi melalui:
Identifikasi karakteristik kegagalan seorang wirausaha yang menonjol adalah: