Welcome to My Blog of Educations and Crafts

Attention!
Bagi siswa SMK yang mau lihat materi Akuntansi, silahkan cek dulu kelompok materinya di post "Kurikulum" pada Tab "Akuntansi" untuk menghindari kesalahan dalam mengambil materi.

Sunday, 25 March 2012

MENGEVALUASI HASIL USAHA (part 2)

Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah suatu perbandingan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain, yang bertujuan untuk memberikan gambaran baik buruknya posisi keuangan suatu perusahaan
Ada 3 struktur keuangan dalam perusahaan, yaitu:
  1. Struktur kekayaan
  2. Adalah perimbangan antara aktiva lancar dengan aktiva tetap, baik secara abslout maupun relatif.
  3. Struktur finansial
  4. Adalah perbandingan yang menunjukkan bagaimana aktiva-aktiva perusahaan dibelanjai, yaitu yang menyangkut semua sumber pembelanjaan yang tercermin dalam passiva neraca. Atau: perimbangan absolut atau relatif antara keseluruhan modal asing dengan jumlah modal sendiri.
  5. Struktur modal
  6. Adalah perimbangan abslout dan relatif antara utang jangka panjang dan modal sendiri. Contoh:
    Struktur kekayaan
    Aktiva lancar : Rp 400.000.000,-
    Aktiva tetap   : Rp 600.000.000,- 
    Absolut  =  40 :60
    Relatif  =  40% : 60%
    Struktur finansial
    Modal asing : Rp 300.000.000,-
    Modal sendiri: Rp 700.000.000,-
    Absolut  =  3 : 7
    Relatif  =  30% : 70%
    Struktur modal
    Utang jangka panjang : Rp 300.000.000,-
    Modal sendiri : Rp 600.000.000,-
    Absolut  =  30 : 60
    Relatif  =  33,3 % : 66,7 %

Penghitungan Rasio Keuangan

  1. Tingkat efisiensi kegiatan perusahaan
  2. Ini dapat dilihat dari:
    • Margin Bersih 
    • Margin Kotor
    • Margin Pengeluaran
    • Tingkat pengurangan resiko kerugian perusahaan, dilihat dari:
      • Break event point (BEP)
      • Margin of safety
      • Kemampuan keuangan perusahaan
    • Likuiditas
      • Current ratio
      • Quick ratio
      • Quick asset
      • Working capital to total assets ratio
    • Solvabilitas
    • Rentabilitas
      • Rentabilitas
      • Rentabilitas Ekonomis
      • Rentabilitas Modal Sendiri
      • Keterangan:
        • SL = sisa laba
        • LP = laba penyertaan di perusahaan lain
        • BP = bunga pinjaman jangka panjang
        • MS = modal sendiri
        • MA = modal asing
        • PM = penyertaan modal diperusahaan lain

Teknik Perencanaan Pengembangan Usaha

Perencanaan pengembangan usaha adalah:
  1. Mengatur proses kegiatan usaha, produksi, pemasaran, penjualan, perluasan usaha, pembelian, tenaga kerja, dan pengadaan peralatan usaha untuk mencapai tujuan
  2. Keseluruhan proses hal-hal yang akan dikerjakan pada masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditentukan
  3. Sebuah selling document tertulis yang disiapkan dan mengungkapkan daya tarik, serta harapan sebuah usaha atau bisnis kepada penyandang dana potensial
  4. Perkembangan sistematis dari program tindakan dan ditujukan pada pencapaian tujuan usaha yang telah disepakati dengan proses analisis, dan seleksi di antara kesempatan-kesempatan pengembangan usaha yang ada
Prinsip-prinsip pengembangan usaha:
  1. Harus dapat diterima oleh semua pihak dan dapat dilaksanakan
  2. Harus dibuat secara fleksibel dan realistis
  3. Harus mencakup semua aspek kegiatan usahanya
  4. Harus merumuskan cara-cara kerja efektif dan efisien
Manfaat perencanaan pengembangan usaha:
  1. Sebagai alat untuk membimbing jalannya pelaksanaan pengembangan usaha
  2. Mengamankan kelangsungan hidup pengembangan usaha
  3. Meningkatkan kemampuan manajerial dalam rangka pengembangan usaha
  4. Sebagai pedoman wirausaha dalam pelaksanaan pengembangan usaha
  5. Sebagai alat untuk mengetahui yang akan terjadi dalam rangka pelaksanaan pengembangan usaha
  6. Sebagai alat berkomunikasi dalam rangka pelaksanaan pengembangan usaha
  7. Sebagai alat untuk memperkecil risiko dalam pelasanaan pengembangan usaha
  8. Memperbesar peluang usaha dalam rangka pelaksanaan pengembangan usaha
  9. Sebagai alat pengendalian pengembangan usaha
  10. Sebagai alat memudahkan bantuan kredit modal usaha dari bnak dalam rangka pengembangan usaha
Tujuan perencanaan pengembangan usaha
  1. Membantu wirausaha untuk berorientasi ke masa depan dalam pengembangan usaha
  2. Mengkoordinasikan keputusan dan menentukan gagasanndalam pengembangan usaha
  3. Membantu wirausaha meningkatkan akses pasar dan memperbesar pangsa pasar dalam pengembangan usaha
  4. Membantu wirausaha meningkatkan akses dan penguasaan teknologi dalam pengembangan usaha
  5. Membantu wirausaha meningkatkan akses sumber modal usaha dan memperkuat struktur modal dalam pengembangan usaha
  6. Membantu wirausaha meningkatkan kemampuan organisasi dan manajemen dalam rangka pengembangan usaha
5 langkah dasar proses perencanaan pengembangan usaha:
  1. Menganalisis lingkungan internal dan eksternal usahanya (SWOT analysis)
  2. Memformulasikan strategi pengembangan usaha jangka pendek dan jangka panjang (visi,misi, strategi, dan kewajiban)
  3. Menerapkan rencana strategi pengembangan usaha (program, anggaran, dan prosedur)
  4. Mengevaluasikna kinerja strategi perencanaan pengembangan usaha
  5. Melakukan follow-up dengan feed back yang berkesinambungan
Faktor pendukung keberhasilan pengembangan usaha:
  1. Adanya perencanaan yang tepat, mantap, dan dapat dilaksanakan
  2. Visi dan misi serta dedikasi yang tinggi
  3. Sumber daya manusia yang tinggi
  4. Manajemen usaha yang handal, terampil, dan teknologi yang tinggi
  5. Komitmen yang tinggi
  6. Dana atau modal yang cukup
  7. Sarana atau prasarana yang lengkap
  8. Keterampilan dan pengalaman
  9. Kecocokan minat atau interest terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen
  10. Kepuasan konsumen
  11. Faktor internal dan eksternal berupa peningkatan akan barang dan jasa yang dipasarkan

Teknik Pengembangan Usaha

Teknik pengembangan usaha yang memanfaatkan sumber daya internal adalah untuk menciptakan kemampuan dan meningkatkan nilai tambah agar mencapai tujuan sumber daya usaha, diantaranya:
  1. Tanah, bahan baku, dan bangunan usaha
  2. Adanya bakat dan keahlian wirausaha dalam memimpin pengembangan usaha
  3. Modal yang cukup
  4. Manajemen yang diterapkan
  5. Tenaga kerja yang ahli dan terampil
  6. Teknologi yang diterapkan
  7. Kemitraan dan modal ventura
Langkah-langkah teknik pengembangan usaha:
  • Langkah I , wirausaha menetapkan gambaran pasaran hasil produksinya,sbb:
    1. Mencari konsumen yang dituju
    2. Menentukan banyaknya produk yang dibutuhkan konsumen
    3. Menetapkan harga jual sesuai daya beli konsumen
    4. Membuat ukuran modelnya dan macam produk yang diminati konsumen
    5. Menciptakan mutu produk dan manfaat yang diminati konsumen
    6. Menciptakan kemasan yang diminati konsumen
    7. Menciptakan selera dan minat konsumen serta tanggapan terhadap produk
  • Langkah II, wirausaha harus menciptakan saluran distribusi tepat, dengan cara:
    1. Disalurkan langsung kepada konsumen
    2. Disalurkan secara tidak langsung
    3. Disalurkan secara semi langsung
  • Langkah III, wirausaha harus dapat memproduksi produk, dengan cara:
    1. Membuat produk dengan menggunakan mesin
    2. Membuat kemasan yang menarik dan digemari konsumen
    3. Membuat warna produk yang menarik dan disenangi konsumen
    4. Membuat jenis dan bentuk produk yang diminati konsumen
    5. Membuat produk yang berkualitas dan bermanfaat bagi konsumen
  • Langkah IV, wirausaha dapat mengawasi dan mengendalikan produk, sbb:
    1. Mengawasi dan mngendalikan hasil produk
    2. Membuat catatan hasil pengawasan/pengendalian produk terutama terkait kualitas dan manfaatnya
  • Langkah V, wirausaha daapt mencari dan memperoleh bahan baku, dengan cara sbb:
    1. Mencari bahan baku dengan mudah
    2. Menyiapkan persediaan bahan baku dengan cukup
    3. Menyiapkan dan melaksanakan transportasi dengan baik
    4. Mencari dan mnyediakan tenaga kerja terampil
  • Langkah VI, wirausaha dapat memelihara sarana dan prasarana dengan cara:
    1. Meningkatkan pemeliharaan dan merawat fisik pabrik dan bangunan
    2. Mengoptimalkan pelaksanaan dan ketatausahaan, pembukuan, adminstrasi, dan peraturan pemerintah
    3. Menerapkan efisiensi penggunaan waktu pengembangan usaha, tenaga kerja, dan pembiayaan usaha
    4. Melaksanakan dan menggunakan prinsip-prinsip ekonomis dan manajemen usaha
Realisasi Pengembangan Usaha
  1. Pengembangan usaha yang sudah ada, dapat dilakukan dengan beberapa cara:
    • Usaha yang sudah ada, produk yang ditawarkan bukan produk lama, tetapi produk baru atau produk yang sudah diperbarui menyangkut kualitas, model, desain, dan manfaat produk yang diminati dan disenangi oleh konsumen
    • Strategi diversifikasi produk, wirausaha harus membuat produk baru yang berbeda dengan yang sudah ada agar diminati konsumen
    • Strategi penetrasi pasar, dengan menjual jenis produk lama dalam jumlah yang lebih besar ke pasar lama
    • Strategi manajemen usaha, suatu transisi pengambilan keputusan manajerial dalam merealisasikan pengeambangan usaha
    • Strategi menyisihkan uang, dengan cara:
      1. Memanfaatkan dana-dana penyusutan
      2. Menyisihkan laba yang diperoleh
      3. Penjualan aktiva yang tidak terpakai
      4. Penjualan produk secara kontan (diskon)
  2. Membeli perusahaan lain
  3. Hal yang perlu diperhatikan:
    1. Memeriksa kondisi fasilitas, peralatan mesin-mesin, dan badan hukumnya
    2. Memeriksa semua dokumen-dokumennya
    3. Menyelidiki apa yang menyebabkan pemilik perusahaan lama menjualnya
    4. Menyelidiki bagaimana jalannya usaha perusahaan pada tahun-tahun terakhir
    5. Menyelidiki dan menghubungi para relasi usahanya terutama yang menyangkut perbekalan dan pemasarannya
  4. Stratetgi suksesi/alih generasi
  5. Alih generasi penerus perusahaan biasanya diambil dari anggota keluarga atau teman, bahkan dari karyawan yang paling setia, prestatif, semangat potensial, dan mampu mengembangkan usaha. Ada 2 hal yang harus diperhatikan wirausaha dalam pengembangan strategi alih generasi, sbb:
    1. Mendidik kader pemimpin yang potensial, berbakat, pintar, prestatif, aktif, inisiatif, dan produktif guna merealisasikan pengembangan usaha
    2. Menyiapkan kader pengganti atau usaha dari perusahaan perseorangan menjadi firma, CV, atau PT

No comments: