Penyusunan Laporan Keuangan
- Laporan Manajemen
- Laporan harian/mingguan
- Laporan bulanan Untuk perusahaan yang baik, perusahaan membutuhkan adanya laporan bulanan yang terdiri dari:
- Laporan laba rugi yang terperinci
- Analisis penjualan dan inventaris produk sertaan/kelompok jasa
- Analisis dari arus kas, debitur, kreditur, dan ikatan keuangan
- Analisis rasio intern yang menunjukkan tingkat efisiensi dan menyorot kecendrungan, dengan perbandingan antara rencana dan realisasi sebenarnya.
- Laporan triwulan Laporan bulanan akan tersedia setiap bulan, dan informasi ini seharusnya tersedia antara lain:
- Suatu laporan terperinci tentang posisi keuangan
- Perbandingan industri intern dan ekstern sebagai tolok ukur efisiensi
- Analisis kecendrungan secara lebih terperinci daripada yang biasanya disediakan setiap bulan
- Informasi tentang bisnis sekarang untuk memungkinkan meninjau kembali kegiatan dan memproyeksikan rencana masa depan.
- Laporan tahunan Laporan tahunan utama adalah neraca, laporan laba rugi, dan keterangan arus kas, yang bersama-sama dengan laporan triwulan akan merupakan dasar bagi perencanaan strategis.
- Laporan Keuangan Hubungan yang terdapat dalam persamaan akuntansi dapat digunakan untuk membuat tiga laporan keuangan, yaitu:
- Laporan Neraca Memuat tentang gambaran mengenai posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu. Komponen neraca:
- Aktiva (assets) Adalah semua kekayaan yang dimiliki suatu perusahaan, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud yang dapat dinilai dengan uang dan digunakan dalam operasi perusahaan. Aktiva terdiri dari: aktiva lancar, investasi jangka panjang, aktiva tetap, dan aktiva tidak berwujud.
- Kewajiban (liabilities) Adalah utang-utang perusahaan yang timbul karena peristiwa (transaksi) masa lalu dan harus diselesaikan di masa mendatang dengan menyerahkan aktiva atau sumber daya perusahaan (berupa pelunasan). Utang terdiri dari: utang lancar, utang jangka panjang, dan utang-utang lainnya yang tidak termasuk ke dalam dua utang sebelumnya.
- Ekuitas (equity) Adalah hak pemiliikan atas aktiva perusahaan yangmerupakan kekayaaan bersih yaitu selisih aktiva dengan utang. Pemberian nama ekuitas tergantung jenis perusahaannya.
- Laporan Laba/Rugi Adalah laporan yang menunjukkan kinerja/kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba/keuntungan selama periode tertentu, terdiri dari unsur pendapatan dan beban. Pendapatan adalah penghasilan yang diperoleh melalui penyerahan barang atau jasa kepada pembeli yang biasanya diukur dengan aktiva yang diterima sebagai penukaran atas barang atau jasa yang diserahakan selama periode tertentu. Pendapatan ada dua, yaitu:
- Pendapatan operasional adalah pendapatan dari kegiatan utama perusahaan
- Pendapatan non-operasional adalah pendapatan yang diperoleh dari luar usaha pokok yang sifatnya insidental.
- Beban operasional adalah beban yang terjadi ditunjukkan dalam rangka pendapatan operasional
- Beban non operasional adalah beban yang terjadi yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan utama perusahaan
- Laporan Perubahan Posisi Keuangan (Arus Kas) Tujuannya adalah utnuk memberikan informasi tentang perubahan aktiva lancar dan utang lancar ( penggunaan dan sumber modal kerja perusahaan) Laporan arus kas adalah laporan yang digunaka untuk memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas pada periode tertentu. Laporan arus kas melaporkan hal-hal sbb:
- Penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasi
- Penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas investasi
- Penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas pendanaan
- Jumlah kas akhir periode
- Teknik Menyusun Laporan Keuangan Tujuan penyusunan laporan pengelolaan usaha adalah untuk mengetahui posisi tenaga kerja, keuangan, peralatan, bahan baku, produksi, pemasaran, penjualan, pendistribusian, promosi, likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas usaha. Jenis laporan :
- Laporan lisan: laporan yang disampaikan dengan lisan dan langsung dilaporkan oleh penyusun kepada pimpinan perusahaan mengenai maju mundurnya pengelolaan usaha
- Laporan tertulis: laporan yang disusun secara tertulis mengenai pertanggungjawaban bawahan kepada atasannya
- Penyusun harus mengetahui kepada siapa laporan tersebut harus dilaporkan
- Penyusun mengetahui bidang apa yang harus dilaporkan
- Bidang manakah dari masalah pengelolaan usaha yang akan dikemukakan dalam isi laporannya
- Bentuk laporan pengelolaan usaha yang bagaimana dalam penyusunan laporan usaha agar penyajiannya dapat diterima
- Penyusun harus menyadari bahwa pihak yang akan menerima laporan belum mengerti tentang isi laporan
- Penyusun sebelumnya harus mengetahui apakah masalah yang dilaporkannya ada hubungannya dengan masalah lainnya
- Informasi yang melatarbelakangi masalah/bidang yang akan dikemukakan dalam laporan, perlu dimiliki oleh seorang wirausaha yang memiliki perusahaan
- Sistematika Penyusunan Laporan Pengelolaan Usaha
- Judul laporan (ditulis pada sampulnya)
- Daftar isi laporan (terdiri atas bab, pasal dan ayat)
- Masalah pokok laporan (memuat tujuan laporan, tujuan penilaian, tujuan penelahaan, dsb
- Batang tubuh laporan (memuat semua fakta, data, pandangan, dan alasan-alasannya
- Penutup laporan (berisi laporan)
- Sumber-sumber laporan usaha
- Lampiran-lampiran laporan usaha
- Laporan Keuangan Usaha Untuk mengetahui keadaan perkembangan keuangan usaha, seorang wirausaha harus melakukan analisis atas laporan keuangan usahanya.
- Dasar analisis
- Keadaan keuangan usaha jangka pendek
- Keadaan keuangan usaha jangka panjang
- Hasil usaha perusahaan
- Kegunaan
- Para pemilik usaha
- Mengetahui besar kecilnya imbalan usaha
- Mengetahui sistem pengendalian intern
- Dapat tidaknya wirausaha mempertahankan kontinuitas perusahaannya
- Manajer perusahaan
- Menyusun rencana usaha yang akan datang
- Mengukur sistem pengendalian intern
- Menentukan kebijaksanaan manajer perusahaan
- Investor, bankers, dan kreditor Dengan adanya analisis laporan keuangan, akan diketahui mengenai likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas perusahaan, sehingga mereka dapat menentukan:
- Memberi tidaknya pinjaman
- Menghentikan investasinya atau tidak
- Mengubah pinjamannya menjadi modal perusahaan
- Pemerintahan
- Menetapkan besarnya pajak
- Menetapkan kebijaksanaan tentang ketenagakerjaan
- Menetapkan kebijaksanaan tentang pertumbuhan ekonomi nasional
- Tenaga kerja / karyawan Dengan mengetahui hasil analisis laporan keuangan, maka dapat diketahui prospek/kemajuan perusahaan dimana tenaga kerja akan menetukan sikap:
- Pindah kerja ke perusahaan lain
- Perasaan aman dalam bekerja
- Adanya promosi jabatan
- Meningkatkan produktivitas dalam bekerja
Laporan harian yang dibutuhkan adalah tentang hal-hal yang bersifat operasional. Laporan harian meliputi: posisi kas harian, ringkasan-ringkasan penjualan (baik tunai & kredit), pembayaran kontan, uang yang diterima dari tagihan hutang, saldo kas dalam bank, dan saldo akhir kas.
Wirausaha yang progresif akan juga menginginkan perincian sediaan sehari-hari sehingga tingkat sediaan dapat dikendalikan, dalam kaitannya dengan penjualan dan arus kas. Banyak kegagalan karena tidak dapat mengendalikan persediaan.
| Bentuk perusahaan | Nama Modal |
|---|---|
| Perseorangan | Modal ........... (nama pemilik) |
| Persekutuan (CV, Firma) | Modal .............. (nama pemilik/sekutu) |
| Persero | Modal saham (stock) |
| Koperasi | Simp pokok, simp wajib, dan cadangan |
| Penghasilan-biaya= Laba Bersih (rugi) |
Laporan Pelaksanaan Kegiatan Usaha | |||||||
| A. | Bidang kegiatan usaha | ||||||
| 1. | Jenis kegiatan | ||||||
| a. | Jenis usaha .........................., volume | = | Rp ........................ | ||||
| b. | Jenis usaha .........................., volume | = | Rp ........................ | ||||
| c. | Jenis usaha .........................., volume | = | Rp ........................ | ||||
| d. | Jenis usaha .........................., volume | = | Rp ........................ | ||||
| 2. | Rugi/laba | ||||||
| a. | Unit................................., Rugi/laba | = | Rp ........................ | ||||
| b. | Unit................................., Rugi/laba | = | Rp ........................ | ||||
| c. | Unit................................., Rugi/laba | = | Rp ........................ | ||||
| d. | Unit................................., Rugi/laba | = | Rp ........................ | ||||
| B. | Bidang keuangan | ||||||
| 1. | Neraca (terlampir) | ||||||
| 2. | Analisis: | ||||||
| a. | Likuiditas | = | ..............% | ||||
| b. | Solvabilitas | = | ..............% | ||||
| c. | Rentabilitas | = | ..............% | ||||
| C. | Bidang permodalan | ||||||
| 1. | Modal sendiri | ||||||
| 2. | Modal asing | ||||||
| a. | Pinjaman jangka pendek | = | Rp ........................ | ||||
| b. | Pinjaman jangka panjang | = | Rp ........................ | ||||
| c. | Pinjaman lain-lain | = | Rp ........................ | ||||
| D. | Bidang administrasi dan umum | ||||||
| 1. | Buku-buku | ||||||
| a. | Buku pembelian tunai | = | Rp ........................ | ||||
| b. | Buku pembelian kredit | = | Rp ........................ | ||||
| c. | Buku pembelian barang | = | Rp ........................ | ||||
| d. | Buku penjualan tunai | = | Rp ........................ | ||||
| e. | Buku voucher | = | Rp ........................ | ||||
| 2. | Dokumen-dokumen dagang | ||||||
| a. | Surat-surat perjanjian dagang | = | Rp ........................ | ||||
| b. | SITU, SIUP, NPWP, AMDAL, dll | = | Rp ........................ | ||||
| c. | Faktur dan kuitansi | = | Rp ........................ | ||||
| d. | Nomor rekening bank | = | Rp ........................ | ||||
| e. | Nomor registrasi perusahaan | = | Rp ........................ | ||||
| f. | Nota penjualan dan pembelian | = | Rp ........................ | ||||
| E. | Bidang ketenagakerjaan | ||||||
| 1. | Manajer | = | Rp ........................ | ||||
| 2. | Karyawan | = | Rp ........................ | ||||
| F. | Bidang pemasaran | ||||||
| 1. | Lokal | = | Rp ........................ | ||||
| 2. | Nasional | = | Rp ........................ | ||||
| 3. | Organisasi pemasaran | = | Rp ........................ | ||||
| G. | Bidang penjualan | ||||||
| 1. | Kondisi pasar | = | Rp ........................ | ||||
| 2. | Kemampuan penjual | = | Rp ........................ | ||||
| 3. | Organisasi penjual | = | Rp ........................ | ||||
| H. | Bidang organisasi | ||||||
| 1. | Pembagian tugas | = | Rp ........................ | ||||
| 2. | Wewenang dan tanggung jawab | = | Rp ........................ | ||||
| 3. | Hubungan kerja | = | Rp ........................ | ||||
| 4. | Rencana kerja | = | Rp ........................ | ||||
No comments:
Post a Comment