Welcome to My Blog of Educations and Crafts

Attention!
Bagi siswa SMK yang mau lihat materi Akuntansi, silahkan cek dulu kelompok materinya di post "Kurikulum" pada Tab "Akuntansi" untuk menghindari kesalahan dalam mengambil materi.

Monday, 29 October 2012

Mengidentifikasi Peluang Usaha

  1. PELUANG USAHA

  2. Pengertian peluang usaha:
    1. Kesempatan atau waktu yang tepat yang seharusnya diambil / dimanfaatkan bagi seorang wirausahawan untuk mendapatkan keuntungan
    2. Target usaha yang didalamnya terdapat keinginan dan kebuuhan yang akan dipenuhi atau dipuaskan seseorang atau kelompok

    Identifikasi peluang usaha melalui permintaan dan penawaran
    1. Permintaan
      • Jika harga naik, jumlah permintaan turun
      • Jika harga turun, jumlah permintaan naik
      • Maka seorang wirausahawan / produsen harus berhati-hati dalam menetapkan harga produk / barang karena konsumrn bisa sentisitif terhadap harga jual barang dan jasa tertentu
    2. Penawaran
      • Jika harga naik, penawaran naik
      • Jika harga turun, penawaran turun
      • Besar kecilnya jumlah penawaran akan menentukan jumlah keuntungan yang akan diperoleh wirausaha

    Untuk menangkap peluang usaha perlu kerja keras dan pengorbanan, yang diidentifikasikan oleh pengalaman, pendekatakan terhadap manusia, teknologi, komunikasi dan informasi

    Strategi untuk menangkap peluang usaha:
    1. Integrasi vertikal: penggabungan usaha yang mempunyai keterkaitan usaha yang saling membutuhkan secara kontiniu
    2. Menambah kapasitas: menaikkan jumlah produksi Memasuki bisnis baru: membuka usaha baru yang tidak ada kaitannya dengan usaha yang sedang berjalan

  3. INFORMASI USAHA

  4. Pengertian informasi:

    Menurut ANTON M. MOELIONO, informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita. Informasi juga merupakan keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan
    Menurut GORDON B. DAVIS, informasi adalah data yang telah dirposes/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya

    Informasi dibutuhkan untuk:
    1. Menggali peluang usaha
    2. Menyusun konsep usaha yang tepat
    3. Menciptakan nilai tambah dan menguntungkan
    4. Perluasan kompetisi dalam usaha
    5. Produk/jasa yang diminati konsumen (meliputi: produksi, pemasaran, desain, kualitas dan manfaatnya)
    6. Masalah ketenaagakerjaan

    Dalam mencari dan menyusun informasi pemanfaatan peluang usaha, wirausahawa memerlukan informasi tentang: minat dan daya beli konsumen, seluk beluk pemasaran produk / jasa, penjualan produk / jasa, produk / jasa, manajemen usaha, modal usaha, tenaga kerja, perawatan peralatan, adminstrasi dan pembukuan, serta penelitian dan pengembangan usaha.

    Syarat informasi: datanya harus lengkap, dapat dipercaya dan masih berlaku
    Sumber informasi:
    1. Sumber informasi peluang usaha data primer: diperoleh dari konsumen, pembeli, pelanggan sendiri, pedagang perantara, penjual sendiri
    2. Sumber informasi peluang usaha data sekunder: catatan intern wirausaha sendiri, pemerintah, data biro statistik, perkumpulan pedagang, KADIN (kamar dagang dan industri), media massa

  5. MENGIDENTIFIKASI PELUANG USAHA DAN MENGGALI PELUANG USAHA

  6. Mengidentifikasi peluang usaha dapat dilakukan dengan:
    1. Memperhatikan bidang hasil usaha produk, yaitu: kedudukan pasar, profitabilitas, SDM, keuangan, sarana kerja, tanggung jawab sosial, dan pengembangan usaha.
    2. Belajar ilmu manajemen usaha melalui dunia pendidikan
    3. Meminta jasa konsultan manajemen, keluarga, atau kenalan

    Peluang usaha dapat dilihat melalui peta peluang usaha, yaitu: gambaran kelompok-kelompok industri di mana masing-masing kelompok industri berkumpul perusahaan yang bervariasi dalam bentuk kepemilikan usahanya, struktur modalnya, gaya manajemen usahanya, dan ruang lingkup aktivitasnya.
    Ada dua komponen utama yang harus diperhatikan dalam membuka peluang usaha, yaitu:
    1. Peluang usaha yang diahrapkan
    2. Peluang sumber daya yang tersedia

    Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam mengidentifikasi peluang usaha:
    1. Persaingan
    2. Sumber alam yang terbatas
    3. Latihan dan kursus yang tersedia
    4. Kebijakan pemerintah dalam hal kemudahan-kemudahan

  7. MENGANALISIS PELUANG USAHA

  8. Dengan tersedianya informasi dari luar dan dalam, maka wirausaha dapat menganalisis peluang usaha dengan menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threat)
    1. Dimana ada peluang (opprtunity)
    2. Apa saja yang mengancam (threat)
    3. Adakah kekuatan yang dapat mendukung keberhasilan usaha (strength)
    4. Apakah kelemahan yang menghambat keberhasilan usaha (weakness)

    Proses analisis peluang usaha secara sistematis:
    1. Menentukan tujuan usaha
    2. Mengumpulkan fakta-fakta
    3. Melakukan analisis terhadap fakta-fakta
    4. Merumuskan secara tegas, tepat dan bertanggung jawab
    5. Merumuskan berbagai alternatif dan memilih yang terbaik
    6. Merumuskan rencana strategi jangka panjang
    7. Merumuskan rencana taktis jangka pendek
    8. Menyusun annggaran belanja perusahaan

    Peluang usaha dapat dianalisis dengan cara:
    • Menganalisis peluang usaha, berdasarkan produk (klasifikasi jenis produk)
      1. Produk primer: penggalian sumber daya alam seperti pertanian, perikanan, perkebunan, pertambangan, dsb
      2. Produk sekunder: pengolahan atau pemrosesan bahan baku menjadi produk jadi, seperti separu, tas, garmen, makanan,dsb
      3. Produk tersier: peralatan dan pelayanan jasa, seperti perbankan, asuransi, perhotelan, rumah makan, pertokoan, pengangkutan, travel biro,dsb.

      Tujuan menganalisis produk:
      1. Memenuhi keinginan dan minat konsumen terhadap produk
      2. Memenangkan persaingan dalam pengembangan usaha
      3. Meningkatkan jumlah penjualan produk
      4. Mendayagunakan sumber-sumber produksi
      5. Mencegah kebosana konsumen terhadap produk

      Adapun yang menjadi penentu keberhasilan usaha dibidang produk berdasarkan analisis pemanfaatan peluang usaha adalah:
      1. Produk laku terjual
      2. Diminati konsumen
      3. Menguntungkan

      Syarat produk/jasa yang tepat untuk diusahakan:
        a.
      1. Mudah, hemat dan praktis dalam pemakaian
      2. Efisien dalam penggunaan
      3. Kualitas yang terjamin

    • Menganalisis peluang usaha berdasarkan jasa

    • Jasa adalah: hasil dari kegiatan produksi yang tidak mempunyai wujud tertentu serta tidak mempunyai sifat-sifat fisik tertentu, dan tidak terdapat tenggang waktu antara produksinya dengan dikonsumsinya
      Jenis-jenis usaha yang perlu dianalisis adalah usaha yang bergerak dalam bidang perbankan, asuransi, konsultan, biro perjalanan, pariwisata, ekspedisi, penginapan, perbengkelan, pengangkutan, praktek dokter, restoran, salon kecantikan,dsb.
    • Menganlisis peluang usaha berdasarkan minat dan daya beli konsumen

    • Syarat-syarat pembuatan produk dan jasa:
      1. Menyusun daftar komponen produk, baik jenis, jumlah dan daya belinya
      2. Membuat model kasar sesuai dengan minat atau daya beli konsumen
      3. Menyusun urutan kerja pembuatan produk, sehingga produk selesai tepat waktu
      4. Memanfaatkan tenaga kerja yang ahli secara efektif dan efisien
      5. Memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan

    Seorang wirausaha harus kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan peluang usaha.
    Dalam memanfaatkan peluang usaha harus juga memperhatikan faktor lingkungan usaha, karena dapat menjadi pendorong dan penghambat jalannya perusahaan, yaitu lingkungan mikro ( yang berkaitan dengan operasional perusahaan) dan lingkungan nmakro (yang ada di luar perusahaan)

  9. RESIKO

  10. Resiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa
    Dalam usaha kemungkinan resiko yang timbul antara lain: barang tidak laku, barang-barang yang tidak bisa terbayar, barang tidak bermanfaat bagi konsumen, bencana alam, pencurian, penipuan, kredit macet, utang yang besar dan tidak terbayar, pemogokan karyawan, sabotase terhadap usaha, harga tidak stabil, persaingan global, resesi dan inflasi, gejolak politik dalalm negeri, keuangan usaha, tidak dipercaya oleh perbankan, cash flow yang tersendat-sendat, penjualan yang rendah, kacaunya distribusi, sulitnya bahan baku, kacaunya manajemen produksi.

  11. IDENTIFIKASI KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN USAHA

  12. Faktor-faktor yang menjadi dasar keberhasilan usaha:
    1. Manusia
    2. Keuangan
    3. Organisasi
    4. Perencanaan
    5. Mengatur usaha
    6. Pemasaran
    7. Adminstrasi
    8. Fasilitas pemerintah
    9. Catatan bisnis

    Identifikasi karakteristik sukses seorang wirausaha yang menonjol adalah:
    1. Pengendalian pribadi: mengenali arti penting kehidupan pribadinya bagi kegiatan usaha
    2. Pemikir kreatif: mencari sesuatu yang lebih baik dalam bisnisnya
    3. Pengendalian diri: ingin dapat mengendalikan semua yang mereka lakukan
    4. Mengusahakan: menyukai aktivitas yang menunjukkan kemajuan-kemajuan yang berorientasi pada tujuan
    5. Pemikir objektif: tidak takut mengakui jika keliru
    6. Pemecah masalah: memiliki banyak alternatif
    7. Mengarahkan diri sendiri: memotivasi diri untuk berhasil
    8. Mengelola usaha dengan sasaran: cepat memahami tugas rinci yang harus diselesaikan untuk mencapai sasaran usaha

    Kegagalan usaha, dapat diidentifikasi melalui:
    1. Kebiasaaan menunda-nunda waktu: menunggu hari esok dalam berusaha, menunggu waktu dalam berusaha
    2. Ketekunan dan ketaqwaan: membayangkan kegagalan yang bukan-bukan, kurang tekun dan taqwa kepada Allah
    3. Kepribadian negatif: kurang mampu menggunakan kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri sendiri, kurang bergaukl dengan orang lain, perasaan rendah diri, dan lekas menyerah serta tidak percaya pada diri sendiri
    4. Kebiasaan boros: mengeluarkan uang secara berlebihan, perasaan takut miskin, sifat mementingkan diri sendiri
    5. Kebiasaan hati-hati yang berlebihan: takut menggunakan waktu dalam usaha, takut menghadapi waktu dalam usaha, dan takut menghadapi resiko dalam usaha

    Identifikasi karakteristik kegagalan seorang wirausaha yang menonjol adalah:
    1. Dedikasi: meremehkan waktu dan dedikasi pribadi yang diperlukan untuk memulai usaha
    2. Pengendalian usaha atau bisnis: gagal mengendalikan aspek-aspek utama usaha
    3. Pengalaman manajemen: pemahaman umum terhadap disiplin manajemen yang rata-rata kurang
    4. Pengelolaan piutang: menimbulkan masalah arus kas yang buruk karena kurangnya perhatian terhadap piutang
    5. Memperluas usaha berlebihan: memulai suatu program perluasan usaha sebelum siap berbisnis
    6. Perencanaan keuangan: meremehkan kebutuhan usaha atau bisnis
    7. Lokasi usaha: memilih lokasi usaha awal yang buruk untuk perusahaannya.
    8. Pembelanjaan: menimbulkan pengeluaran awal yang tinggi yang sebenarnya tidak penting
»»  Read more...

Thursday, 29 March 2012

Jus Untuk Mencegah Kanker

Sekarang kami akan menampilkan resep-resep jus dari bahan buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin yang bisa untuk mencegah kanker.Karena akan lebih mudah bagi kita untuk melakukan pencegahan dari pada melakukan pengobatan. Pencegahan bisa dilakukan dengan menghindari makanan yang mengandung bahan pengawet maupun menggunakan penyedap bisa juga dengan makan buah ataupun minum jus dari buah-buahan yang dapat mencegah kanker.

Selain bisa mencegah kanker tentu saja sangat baik untuk kesehatan tubuh kita. Berikut ini resep-resep jus untuk mencegah kanker yang kami ambil dari buku resep karya Maryanto, S.Si yang berjudul “99% Rahasia Manfaat Jus Buah dan Sayuran Berkhasiat”:
  1. Jus Apel Wortel
  2. Bahan-bahan:
    • 1/2 buah (75 gr) apel merah ukuran sedang
    • ½ buah (50 gr) wortel ukuran sedang
    • ½ buah jeruk
    • 4 buah (25 gr) belimbing wuluh (bila menyukai)
    • ½ gelas (100 ml) air
    • 1 sdm peres (10 gr) gula aren
    • Es batu secukupnya
    Cara membuat: Blender semua bahan dan hidangkan dalam gelas jus panjang
  3. Jus Strawberry
  4. Bahan-bahan:
    • 5 strawberry, cuci bersih, potong-potong
    • 100 cc susu kacang kedelai
    • Gula secukupnya 8 potong es batu
    Cara membuat:
    • Masukkan strawberry, susu kacang kedelai, gula dan es batu kedalam blender.
    • Aduk hingga halus dan rata
    • Tuang ke dalam gelas saji. Hidangkan.
  5. Punch Sirsak Jambu Biji
  6. Bahan-bahan:
    • 300 gr buah sirsak matang kupas, buang bijinya
    • 500 gr buah jambu biji merah, buang bijinya, potong-potong
    • 250 ml jus mangga
    • 100 ml yoghurt tawar
    • 100 ml sirup grenadine
    • 100 ml es batu serut
    Cara membuat:
    • Masukkan buah sirsak kedalam blender. Sisihkan
    • Masukkan jambu biji kedalam blender, aduk hingga halus, saring. Sisihkan
    • Masukkan kedalam blender jus sirsak, jus jambu biji, jus mangga, yoghurt, sirup grenadine, dan es batu haluskan lagi hingga tercampur rata. Angkat.
    • Tuang kedalam gelas. Sajikan.
  7. Jus Mentimun Brokoli
  8. Bahan-bahan:
    • 200 gr mentimun
    • 200 gr brokoli, lepaskan kuntumnya
    • 200 gr kubis
    • 2 tangkai seledri stik beserta daunnya.
    Cara membuat:
    • Cuci bersih semua sayuran. Potong-potong.
    • Proses semua sayuran sampai habis. Campu sedikit air kalau susah tercampur
    • Setelah jadi, aduk rata. Sajikan.
  9. Jus Lettuce Pakcoy Mentimun
  10. Bahan-bahan:
    • 300 gr lettuce
    • 150 gr pakcoy
    • 500 gr mentimun
    Cara membuat:
    • Masukkan semua bahan ke dalam blender
    • Blender sampai halus
    • Setelah halus, sajikan dalam gelas saji
  11. Jus Terong Belanda
  12. Bahan-bahan:
    • 5-6 buahterong belanda (yang matang)
    • Sirup terong belanda, kedua bahan tersebut bisa diperoleh di supermarket, namun sirup terong belanda bisa digantikan dengan gula, jika tidak bisa memperolehnya.
    • Susu kental manis (pasti untuk mencari yang kita tidak menemukan kesulitan)
    • Air dan Es batu
    Cara membuat:
    • Buah terong belanda dibelah, dikerok isinya dan dibuang bijinya
    • Lalu blender dengan air 1 gelas
    • Kemudian disaring
    • Tambahkan air sesuai dengan kekentalan yang kita inginkan
    • Masukkan sirup, terong belanda dan susu kental sesuai selera
    • Tambahkan es batu ( es batu bisa juga dimasukkan saat awal dan diblender bersama buahnya)
    • Sajikan.
  13. Jus Beverages
  14. Bahan-bahan:
    • Untuk rasa tawar
    • 20 gr bit 80 gr wortel 20 gr bayam 20 gr brokoli 100 cc air putih 1 sdm gula pasir Es batu secukupnya
    • Untuk rasa manis 2 sdm gula atau 2 sdm madu
    • Cara membuat:
      1. Semua bahan setelah dipotong kecil-kecil, dimasukkan ke dalam blender dan diaduk sampai halus.
      2. Tuangkan kedalam gelas saji. Sajikan dalam 2 gelas
      3. Catatan: Untuk menghilangkan bau langu, tambahkan 3 butir kiamboi tanpa biji, madu secukupnya dan 1 sdt perasan jeruk lemon.
    • Jus Wortel Istimewa
    • Bahan-bahan:
      • 100 gr wortel, potong-potong
      • 200 gr tomat, potong-potong
      • 400 ml jus jeruk
      • 1 sdm jeruk lemon
      • 100 ml sirup gula pasir
      • Es batu secukupnya
      Cara membuatnya:
      • Masukkan potongan-potongan wortel, tomat dan jus jeruk.
      • Tambahkan air jeruk lemon dan sirup, aduk rata.
      • Tuangkan kedalam gelas lalu sajikan dengan es batu

    »»  Read more...

    Wednesday, 28 March 2012

    Terapi Jus Buah dan Sayuran Untuk Kesehatan

    Sudah bukan rahasia lagi bahwa buah dan sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita dikarenakan kandungan antioksidan mereka yang tinggi. Antioksidan ini mampu mengubah sel-sel tubuh menjadi pengaman untuk melawan radikal bebas penyebab berbagai penyakit. Sejatinya, radikal bebas yang tidak terkontrol bisa menyebabkan kerusakan sel-sel. Disinilah antioksidan dalam buah dan sayuran mengambil peranan, seperti mencegah berkembangnya radikal bebas di dalam tubuh sekaligus memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Selain itu, buah dan sayuran juga mampu mendetoksifikasi tubuh dari beragam zat karsinogen penyebab kanker.

    Hal inilah yang menyebabkan berkembangnya metode pengobatan herbal yang dinamakan Terapi Jus dimana buah dan sayuran dijus atau diblender untuk menghasilkan minuman yang segar tanpa mengurangi segala manfaat buah dan sayuran di dalamnya. Dengan mengkombinasikan berbagai macam buah dan sayur, maka terapi jus dapat pula digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti terapi jus kanker, terapi jus diabetes, terapi jus kolesterol, terapi jus hipertensi, dan sebagainya.

    Masih ragu untuk mencoba terapi jus?

    Sumber:http://terapijus.com/
    »»  Read more...

    10 Resep Jus Untuk Kesehatan Sekeluarga


    Berikut ini beberapa jus yang mampu membantu untuk menjaga kesehatan seluruh keluarga. Resep Jus Sehat ini akan menjaga kekebalan dan kesehatan tubuh serta pikiran kita. Resep Jus Sehat ini bukan obat, hanya mnggunakan campuran buah dan sayuran untuk meningkatkan suplemen tubuh. Manfaat buah dan sayuran akan maksimal jika kita bisa memilih buah-buahan dan sayuran yang segar.

    1. Jus Pembersih tubuh

    Manfaat utama dari jus ini adalah menjaga vitalitas tubuh, baik untuk mencegah flu dan menjadikan kulit bersinar. Jus ini juga sangat baik manfaatnya untuk kesehatan kulit. Selain untuk kulit, jus ini juga memberikan efek pembersihan ke seluruh tubuh. Bahan : 3 buah Apel, 1 buah Jahe dan 3 buah wortel

    2. Jus Penurunkan kolesterol

    Jus yang terbuat dari mentimun, Apple dan seledri terkenal bermanfaat untuk melawan kanker dan mengurangi kolesterol. Jus ini juga menurunkan gangguan perut dan sakit kepala. Sebaiknya ada mulai mengkonsumsi jus ini jika usia anda telah lewat 30 thn. Jika Anda memiliki jus ini setiap hari, maka Anda tidak perlu khawatir tentang tingkat kolesterol Anda lagi. Bahan : 2 buah apel, 1 buah mentimun dan 1 seledri bagian

    3. Jus penghilang Bau Mulut

    Jus ini khusus untuk orang-orang yang ingin meningkatkan kesehatan kulit mereka. Untuk efek lebih baik menggunakan apel hijau. Jus ini juga memiliki keuntungan lain yaitu menghilangkan bau mulut karena adanya kombinasi, Apple dan Tomat. Bahan : Apple, Wortel dan Tomat.

    4. Jus Penurun Panas Tubuh


    Jus ini sebaiknya dikonsumsi saat tubuh menghasilan panas yang berlebihan . Jus ini akan segera mendinginkan panas tubuh Anda dan membuat Anda lebih nyaman. Jus ini juga baik untuk mengatasi bau mulut seperti resep sebelumnya. Jus ini sangat nikmat untuk musim panas. Bahan : Bitter gourd Milk dan Apple

    5. Jus Untuk Kesehatan Kulit

    Seperti Anda ketahui bahwa jeruk dan mentimun adalah buah yang paling penting untuk kesehatan kulit. Kombinasi dari kedua buah tsb dengan jahe akan bermanfaat sebagai suplemen makan malam untuk kulit Anda. Manfaat dari gabungan ketiga bahan tsb akan memperbaiki tekstur kulit dan menjaga kadar kelembaban di kulit. Ini juga minuman yang bisa mengurangi panas tubuh. Ini adalah salah satu resep jus terbaik untuk orang yang peduli kulit mereka. Bahan : 2 buah jeruk, 2 buah mentimun dan ½ ruas jahe

    6. Jus Sehat & Segar

    Kombinasi buah-buahan ini akan menyegarkan mulut Anda dan sangat baik untuk kesehatan ginjal dan kandungkemih. Jus ini juga menghilangkan kelebihan garam pada tubuh Anda. Beberapa orang menambahkan sedikt garam pada jus ini untuk menambah kenikmatannya. Bahan: 2 buah Apel, ½ buah nanas dan ¼ buah semangka

    7. Jus Vitamin

    Ini adalah resep jus yang sangat sehat dengan banyak kandungan vitamin. Jika Anda memiliki anak-anak di rumah, mereka akan menyukai jus ini. Selain Vitamin C, juga memiliki Vitamin B2. Jus ini juga meningkatkan aktivitas sel dan memperkuat kekebalan tubuh. Ini resep jus sehat ini menyediakan semua vitamin yang diperlukan. Hal ini lebih baik daripada mengkonsumsi kapsul vitamin atau suplemen. Bahan : Melon, anggur hitam, semangka dan susu.

    8. Jus Pengendalikan gula darah

    Jus sederhana ini sangat berguna dan mudah dicerna. Jus ini dapat menstabilkan jumlah gula dalam darah Anda. Ini mengatur kandungan gula dalam tubuh kita. Jus terbuat dari Pir dan pisang. Pear baik untuk ulkus, sembelit, dan buang air kecil dan juga bekerja untuk kemacetan, pengentasan demam, dan batuk. Pisang baik untuk orang-orang yang memiliki tekanan darah tinggi karena rendah garam. Pisang mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Serotonin adalah hormon yang dikenal untuk membuat Anda merasa senang dan memperbaiki mood Anda. Ini resep jus sehat yang terbaik bagi orang-orang yang harus menjaga ukuran ketat gula dalam diet mereka. Bahan: 3 Buah pir dan 2 buah pisang

    9. Jus untuk Anti Oksidan

    Jus ini terbuat dari campuran mangga, pir, wortel dan apel yang bermanfaat untuk antioksidan. Jus in dapat menurunkan panas tubuh, melawan penurunan toksisitas dan tekanan darah. Apple adalah anti oksidan terkenal. Sedangkan Penambahan jus mangga membuat minuman yang sangat lezat. Bahan: 3 Buah mangga, 2 buah pir, 2 bagian wortel, 2 bagian apel

    10. Jus unggu

    Jus campuran anggur dan nanas ini mengandung zat besi yang cukup tinggi dan nanas sangat baik untuk anti-inflamasi dan memelihara pencernaan. Jus ini sangat baik diminum saat makan siang atau makan malam.Jus Anggur juga terkenal bagus untuk kesehatan jantung. Bahan: ½ buah nanas and 1 gelas anggur

    Sumber : http://healthmad.com/ via http://ideresepmasakan.com


    Repost by: Http://www.lova241smk.tk
    »»  Read more...

    Tuesday, 27 March 2012

    MENYUSUN PROPOSAL USAHA

    PROPOSAL USAHA

    Pengertian : dokumen tertulis yang berisi mengenai usaha baru yang sedang direncanakan,yang berisi sasaran dan strategi
    Sasaran : apa yang ingin dicapai perusahaan
    Strategi : tindakan untuk mencapai sasaran usaha

    Alasan pentingnya proposal:
    1. Pernyataan wirausahawan sebagai pemilik dan pemegang inisiatif dalam membuka usaha
    2. Mengundang orang2 potensial untuk bergabung
    3. Mengatur pembentukan kerja sama yang saling menguntungkan
    4. Berguna untuk melakukan merger dengan perusahaan lain

    Pengguna proposal: bankir, investor, konsumen, konsultan, pengacara, dan pemerintah

    Unsur – unsur proposal:
    • Halaman depan: memuat nama, alamat perusahaan dan nama orang yang bertanggung jawab
    • Daftar isi: memuat isi draft proposal usaha dengan nomor halaman
    • BAB I: PENDAHULUAN
      1. Berisi tentang data-data perusahaan dan pemilik
      2. Berisi tentang uraian ringkas proposal yang berisi tentang kelompok usaha yang dijalankan, apakah kelompok usaha produksi atau perdagangan, dan dalam bentuk produk atau jasa, jenis kegiatan atau layanan yang ada.
    • BAB II : ASPEK USAHA
      1. Deskripsi umum usaha: berisi tentang visi, misi dan tujuan usaha
      2. Latar belakang usaha:berisi tentang situasi saat ini yang mendukung pemilihan jenis usaha dan riwayat perusahaan
      3. Struktur organisasi: gambaran pembagian tugas dan wewenang dalam usaha yang akan dijalankan
      4. Spesifikasi usaha yang dijalankan:uraian tentang semua jenis usaha yang akan dan sudah dijalankan, sehingga pemakai proposal mengetahui semua informasi mengenai produk dan jasa yang disediakan.
    • BAB III: ASPEK PEMASARAN
      1. Potensi pasar:berisi tentang potensi & motivasi pembeli, jumlah pelanggan, sifat pembelian barang, target pasar spesifik, pengaruh pasar eksternal,faktor ekonomi dan sosial
      2. Kondisi pesaing:jumlah pesaing yang di kenal, yang sudah ada sebelumnya, dan kepercayaan pelanggan terhadap kita, perusahaan yang mungkin masuk ke pasar (siapa, kapan dan mengapa), dan dampaknya, serta analisa kekuatan dan kelemahan pesaing
      3. Strategi pemasaran: merupakan bauran dari produk,harga, tempat dan promosi, yang dikenal dengan promotion mix
    • BAB IV: ASPEK PENJUALAN
      1. Penetapan harga Harga: nilai yang dinyatakan dengan sejumlah uang Kebijakan penetapan harga:
        1. Kebijakan harga produsen Ada 2 bentuk:
          • Shinning price (harga setinggi mungkin), karena belum ada saingan
          • Penetration price (harga serendah mungkin), menerobos produk lain masuk ke pasar
        2. Kebijakan harga grosir Grosir dapat membuat kebijakan harga produk dengan cara memberikan potongan harga, baik potongan harga yang diberikan karena pembayaran tunai atau karena pembelian dalam jumlah besar
        3. Kebijakan harga retail
          • Margin price: bedasarkan perkiraan
          • Lining price: semua produk diberi harga yang sama
          • Competitor price: penetapan harga termurah
          • Judgement price: harga produk berdasarkan perkiraan, karena dalam satu pak tidak semua barang yang bagus
          • Costumary price: harga sesuai dengan perubahan harga yang terjadi
          • Add price: harga ganjil untuk menarik pembeli
          • Combination price: penetapan harga dengan cara penawaran berkombinasi antara dua jenis barang
      2. Sistem penjualan Program penjualan:
        • Persiapan sebelum penjualan: mempersiapkan tenaga penjualan dengan memberikan pengertian tentang barang yang akan dijual, pasar yang akan dituju, dan teknik penjualannya
        • Penentuan lokasi pembeli potensial
        • Pendekatan pendahuluan: mempelajari semua msalah tentang calon pembeli, kebutuhan, kebiasaan dan lain-lain
        • Melakukan penjualan: di awali dengan memikat calon konsumen, kemudian diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka, dan pada akhirnya penjual melakukan penjualan kepada pembeli Penjualan dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Kemudian setelah penjualan pengusaha perlu memikirkan pelayanan purna jual untuk barang-barang tertentu
      3. Sistem distribusi
      4. Promosi
    • BAB V: ASPEK MANAJEMEN
      1. Resiko dan hambatan: rintangan dan akibat yang mungkin akan timbul selama usaha berjalan
      2. Tindakan alternatif: mencarikan solusi dan tindakan pencegahan terhadap resiko dan hambatan
    • BAB VI:ASPEK PRODUKSI
      1. Bahan-bahan produksi: yang digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa
      2. Alat-alat produksi: yang digunakan untuk membantu proses produksi
      3. Tenaga kerja: orang yang di pekerjakan / di manfaatkan untuk memproduksi produk
      4. Proses produksinya: cara membuat produk dari awal hingga akhir
      5. Kualitas produk: tingkat manfaat produk
      6. Kuantitas produk: jumlah produk yang dihasilkan dalam periode tertentu
    • BAB VII: ASPEK KEUANGAN
      1. Neraca awal: posisi harta, utang dan modal di saat usaha mulai didirikan
      2. Proyeksi aliran kas: perkiraan kas masuk dan kas keluar selama satu bulan usaha
      3. Analisis BEP: analisis titik impas, dimana besarnya harga jual sama dengan harga beli ditambah biaya
      4. Sumber permodalan: sumber modal usaha
    • LAMPIRAN-LAMPIRAN
    »»  Read more...

    KEUANGAN DAN PEMBIAYAAN


    PERMODALAN

    Adalah: keseluruhan barang-barang yang masih ada dalam proses produksi
    Macam modal:
    1. Modal aktif: yang tertera disebelah debet yang menggambarkan bentuk-bentuk penggunaannya, baik yang digunakan selama membangun perusahaan, maupun untuk pelaksanaan operasinya.
      1. Berdasarkan masa pakai, dibedakan atas:
        1. Modal lancar: kas, barang, wesel, surat-surat berharga (masa pakai kurang satu tahun)
        2. Modal tetap: aktiva tetap berwujud (tanah, gedung, mesin, pabrik, alat-alat tahan lama) dan aktiva tetap tidak berwujud (hak paten, hak cipta, & goodwill)
      2. Berdasarkan wujudnya, dibedakan atas:
        1. Modal barang: barang-barang, gedung, alat-alat, mesin, tanah, dsb.
        2. Modal tunai: uang kas, simpanan di bank, wesel tagih, cek, dsb.
    2. Modal pasif: modal usaha perusahaan yang dilihat dari sumbernya,merupakan kewajiban perusahaan kepada kreditur dan kewajiban kepada pemilik perusahaan
      1. Berdasarkan sumbernya:
        1. Modal sendiri/modal perusahaan:pemegang saham
        2. Modal asing: pinjaman atau kredit
      2. Berdasarkan lama penggunaannya:
        1. Modal pasif jangka pendek: milik pihak luar yang dilunasi dalam waktu kurang 1 tahun (hutang pembelian kredit, kredit rekening koran, pembayaran yang ditangguhkan)
        2. Modal pasif jangka panjang: milik pihak luar yang dilunasi lebih dari 1 tahun (hipotik, saham, dan obligasi)

    KREDIT

    Kredit dapat berupa kredit modal usaha jangka pendek dan jangka panjang
    Strategi yang harus diperhitungkan dalam teknik dan prosedur kredit permodalan:
    1. Modal sendiri:karena mengandung resiko, maka harus mendapat laba yang tinggi dan dikendalikan dengan baik
    2. Modal pinjaman dari kawan / relasi: bisa pakai agunan atau tidak, harus digunakan secara efektif dan produktif
    3. Modal perusahaan khusus: awalnya berupa pinjaman, tetapi akhirnya menjadi modal sendiri
    4. Pinjaman hipotik: berjangka menengah dari berbagai lembaga keuangan untuk membeli harta tetap
    5. Pinjaman dari bank: berupa jangka pendek dan jangka panjang
    6. Utang dagang: sumber pembiayaan yang murah

    Kredit permodalan dari bank
    Prosedur: mengisi formulir, mlengkapi persyaratan, dan mengirimkan kembali ke bank
    Persyaratan kredit:
    1. 3R, merupakan alat bank menilai pemohon kredit:
      1. Return: hasil usaha yang diharapkan dari penggunaan kredit
      2. Repayment capacity: kemampuan membayar kembali pinjamannya pada saat kredit harus diangsur atau dilunasi
      3. Risk bearing ability: kemampuan yang cukup untuk menanggung resiko
    2. 5C, merupakan alat bank menilai pemohon kredit:
      1. Character: berkaitan dengan pribadi, watak, dan kejujuran pemohon kredit dalam memnuhi kewajiban finansialnya
      2. Capacity: kemampuan manajemen perusahaan maupun keahliannya dalam mengelola usaha
      3. Capital: posisi finansial perusahaan ketika mengajukan kredit, perimbangan antara utang dengan modal sendiri
      4. Collateral: jaminan atau aktiva perusahaan yang diikatkan dengan jaminan

    Proyeksi anggaran aliran kas: merupakan gambaran perkiraan pemasukan dan pengeluaran kas

    BIAYA USAHA

    Anggaran biaya usaha: segala bentuk perencanaan mengenai aktivitas-aktivitas yang dinyatakan dengan satuan biaya

    Jenis-jenis anggaran biaya:
    a. Anggaran biaya usaha jasa: berupa gaji, biaya gudang, angkutan, bongkar muat barang, penyusutan aktiva, dll
    b. Anggaran biaya usaha dagang: berupa biaya untuk pembelian, penjualan, pemasaran, bongkar muat barang, gaji, administrasi,dll
    c. Anggaran biaya industri: berupa biaya pemasaran, promosi, administrasi, dsb.

    Anggaran biaya usaha:
    1. Anggaran biaya penjualan dan pemasaran, meliputi: menetapkan tujuan, menganalisis ekonomi, sifat atau gaya manajemen usaha, skala usaha perusahaan, kemampuan personal usaha perusahaan, kemampuan kapasitas produksi, horison waktu, dan struktur organisasi
    2. Anggaran biaya produksi, merupakan kuantitas dan kualitas barang yang ditetapkan oleh seorang wirausaha selama periode tahun anggaran pembuatan barang.
    3. Rencana anggaran biaya produksi yang lengkap memperlihatkan data anggaran biaya produksi yang diklasifikasikan, menurut:
      1. Produk yang akan diproduksi perusahaan
      2. Aktivitas dan tanggung jawab dalam proses produksi
      3. Periode waktu sementara dalam proses produksi
    4. Anggaran biaya overhead pabrik (BOP),merupakan bagian dari biaya produksi total yang tidak dapat langsung diidentifikasi pada produk, yang meliputi:
      • Biaya bahan baku langsung,
      • Biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya pabrik (pajak asuransi),
      • penyusutan,
      • persediaan barang,
      • perbaikan mesin,
      • perbaikan peralatan,
      • pemeliharaan,
      • reparasi, dll
    5. Anggaran biaya administrasi dan umum: merupakan upah atau gaji atau biaya yang dibayarkan kepada bagian administrasi dan umum.

    PENGGOLONGAN BIAYA

    1. Berdasarkan fungsi perusahaan (biaya produksi): biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya umum dan administratif
    2. Berdasarkan hubungan biaya dengan hasil produksi: biaya langsung dan biaya tidak langsung.
    3. Berdasarkan sifatnya: biaya pembelian, biaya produksi, biaya umum, atau dapat juga biaya tetap (fixed cost) dan biaya berubah-ubah (variable cost)
    4. Berdasarkan hubungannya dengan masa pembukuan: pengeluaran penghasilan, pengeluaran modal
    Kebutuhan biaya usaha perusahaan:
    1. Biaya produksi: pemakaian bahan langsung, upah buruh langsung, biaya umum pabrik
    2. Biaya penjualan: biaya pemasaran, komunikasi untuk agen, biaya distribusi
    3. Biaya administrasi dan umum: gaji, penyusutan, perbekalan kantor

    TITIK PULANG POKOK (BREAK EVENT POINT/ TITIK IMPAS)

    Adalah titik keseimbangan antara jumlah hasil penjualan dengan biaya produksi, untuk mencari hubungan antara biaya tetap, variabel, keuntungan dan volume penjualan.

    BEP = HARGA JUAL – BIAYA USAHA = 0

    CONTOH:
    Jika harga jual Rp 3000 / unit, biaya tetap Rp 4.000.000 dan biaya variabel Rp 2.200/unit. Hitunglah besarnya titik pulang pokok/ bep dalam unit dan rupiah!

    misal unit yg dijual = x
    =(x3.000) – ((2.200x) + 4.000.000)
    = 0 3.000x – 2.200 x – 4.000.000
    = 0 800x

    = 4.000.000 X
    = 4.000.000 / 800 X
    = 5.000 unit Dalam rupiah
    = 5.000 x 3.000
    = 15.000.000

    Harga jual = 3000/unit
    Biaya variabel = 2.200/unit

    Profit margin = 3.000 – 2.200
    = 800

    BEP/unit = biaya tetap / profit margin
     = 4.000.000 / 800
    = 5.000 / unit

    BEP /unit = 5.000 unit x 3.000 =Rp  15.000.000

    IRR (INTERNAL RATE RETURN)

    Adalah tingkat pengembalian modal sendiri yang digunakan untuk usaha, yang berguna untuk mengetahui besar pengembalian modal sendiri jika digunakan untuk melaksanakan kegiatan usaha.

    IRR = (LABA / MODAL SENDIRI) X 100%

    ROI (RETURN ON INVESTMENT)

    Adalah tingkat pengembalian seluruh harta yang digunakan untuk melaksanakan usaha dalam menghasilkan laba, yang berguna untuk mengetahui seberapa tingkat pengembalian dari seluruh harta yang diinvestasikan. Tingkat ROI yang semakin tinggi semakin baik.
    ROI = (LABA USAHA / TOTAL HARTA) X 100%
    »»  Read more...

    Monday, 26 March 2012

    PEMASARAN

    APA ITU PEMASARAN?


    Pemasaran adalah: suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.

    Strategi pemasaran mencakup tentang:
    1. Siapa target pasarnya, dimana lokasinya, dan berapa daya serapnya
    2. Bagaimana teknik produksi yang efektif dan efisien
    3. Bagaimana perubahan harga barang dan jasa di pasar
    4. Bagaimana saluran distribusinya
    5. Bagaimana keadaan saingannya
    6. Bagaimana analisis swot dari perusahaannya
    7. Bagaimana sumber daya manusianya dan fasilitasnya

    SENI MENJUAL DAN ILMU MENJUAL


    Ilmu menjual adalah ilmu yang digunakan dalam hidup sebagi seni untuk menundukkan lawan supaya mencapai hasil dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

    Objek ilmu menjual adalah:
    1. Penjual: sebelum menjual harus mengetahui keadaan dirinya yang menyangkut keadaan fisik, pendengaran, penglihatan, nada suara, dan cara berbicara
    2. Barang yang dijual: sebelum menjual penjual harus mengetahui sifat dan guna dari barnag yang dijualnya

    Teknik menjual:
    1. Attention (perhatian): menawarkan produk dengan penampilan menarik, sopan, ramah dan menghargai, sehingga menciptakan kesan pertama yang sangat baik (the love at first sight)
    2. Desire (keinginan): mampu mendorong pembeli menjadi berkeinginan untuk membeli
    3. Interest (kepentingan): mampu mendorong calon pembeli supaya merasa mempunyai kepentingan terhadap barang yang ditawarkan
    4. Action (tindakan): dari keinginan membeli bantulah pembeli untuk mengadakan transaksi
    5. Service (pelayanan): pelayanan purna jual untuk menarik pembeli menjadi pelanggan

    Alasan / motif pembelian:
    1. Product motive: mau membeli karena ada barang-barang tertentu
    2. Patronage motive: mau membeli karena adanya penyalur atau penjual
    3. Motif manfaat: mau membeli karena barang yang akan dibeli bermanfaat
    4. Motif kebanggaan: mau membeli karena bangga
    5. Motif ingin meniru
    6. Motif khawatir atau takut
    7. Motif ingin tahu lebih mendalam
    8. Motif bersaing
    9. Motif iri hati

    PROMOSI


    Adalah: setiap bentuk komunikasi yang digunakan oleh perusahaan (pemasar) untuk memberi tahu ( informasi), membujuk, jasa, bayangan (image), gagasan (ide),atau keterlibatan perusahaan dan masyarakat dengan maksud agar orang dapat menerima dan melakukan perbuatan sebagaimana dikehendaki oleh perusahaan atau pemasar.

    ADVERTENSI (iklan/reklame)


    Re: berulang-ulang, Clamo: seruan
    Reklame: seruan berulang-ulang kepada khalayak agar mau membeli produk yang ditawarkan

    Jenis-jenis advertensi:
    1. Berdasarkan macam atau jenis media yang digunakan
      • Advertensi cetak
      • Advertensi elektronik
      • Transit advertising: bulletin, poster, sticker,dll
      • Kiriman langsung: melalui pos
      • Advertensi khusus: hadiah secara cuma-Cuma
      • Adveretensi di luar rumah: papan reklame, poster
    2. Berdasarkan sifatnya
      • Persentasi publik: untuk umum
      • Penembusan: dilakukan berulang-ulang
      • Mengandung arti yang luas: memberikan kesempatan untuk menampilkan perusahaan dengan hasil produknya
      • Tidak pribadi: advertensi yang hanya dapat menjalankan komunikasi searah dengan konsumen
    3. Berdasarkan tujuan dan penggunaannya
      1. Advertensi produk: dapat merangsang pasar atas kehadiran produk perusahaan
        • Advertensi langsung: penjual mengharapkan tanggapan secepatnya langsung dari konsumen
        • Advertensi tidak langsung: penjual merangsang permintaan secara tidak langsung dalam jangka panjang
      2. Advertensi nasional: advertensi yang disponsori oleh perusahaan industri untuk menciptakan produk yang dihasilkan, dengan menggunakan medium yang memiliki sirkulasi tingkat nasional
      3. Advertensi lokal: advertensi yang disponsori oleh pedagang perantara atau pengecer, dan penekanannya adalah toko
    4. Advertensi kelembagaan: bentuk advertensi agar perusahaan mendapat nama baik dalam pandangan konsumen
      1. Public service: menunjukkan bahwa si pemasang iklan sebagai warga negara yang baik
      2. Public relation: advertensi yang memberikan informasi mengenai peranan si pemasang iklan di wilayah tersebut
      3. Patronage: adveretensi yang dapat memberikan informasi mengenai bidang usaha pemasang iklan

    DISPLAY


    Adalah pemajangan barang dagangan yang ditujukan untuk menarik perhatian para konsumen, mendorong keinginan konsumen untuk memiliki barang dagangan yang dipajang

    Macam-macam display:
    1. Window display: memajangkan barang dagangan yang ditata rapi sedemikian rupa di etalase (bagian muka berkaca suatu toko)
    2. Interior display: bagian dalam toko di mana dipajangkan barang-barang dagangan
    3. Exterior display: memajang barang di luar toko, untuk menarik perhatian konsumen yang terkadang enggan masuk ke toko.
    Macam-macam interior display
    1. Open interior display: memajang barang secara terbuka sehingga konsumen dapat melihat dan menyentuh barang secara langsung
    2. Kebaikan:
      • Dapat dijual dengan cepat
      • Mudah mengadakan perubahan susunan pajangan bila diperlukan
      • Alat untuk memajang barang sederhana
      Barang yang dipajang adalah jenis yang lakunya lama, yang ingin cepat habis terjual, atau barang-barang yang dibeli atas dorongan hati.
    3. Closed interior display: memajang barang di dalam toko secara tertutup di dalam almari kaca,dsb.
    4. Barang yang dipajang adalah barang yang mudah rusak, atau barang-barang yang harganya mahal, untuk menghindarinpencurian

    NEGOSIASI


    Adalah perundingan dalam usaha

    Taktik negosiasi:
    1. Memberi pilihan
    2. Lelang
    3. Menipu (faking)
    4. Kalah untuk menang
    5. Pura-pura tidak cocok
    6. Ya atau tidak
    7. Pura-pura batal
    8. Kami yang terhebat
    9. Batas waktu
    10. Nambah ekstra
    11. Lambungan bola rendah
    12. Membuka kartu lawan
    13. Lebih serius
    14. Pot besar
    15. Persediaan tebatas
    16. Uang tipuan
    17. Lihat catatan
    18. Bersabar
    19. Tekanan terus menerus
    20. Menggigit sedikit demi sedikit


    KEPUASAN PELANGGAN

    Adalah: peningkatan rasa senang, puas, lega, dan adanya manfaat barang dan jasa yang pelanggan harapkan.

    PELAYANAN PRIMA (customer care)

    Adalah pelayanan yang sebaik-baiknya kepada pelanggan sehingga menimbulkan rasa puas para pelanggan

    Konsep pelayanan prima:
    1. Attitude (sikap): pelanggan mengharapkan sikap dan perilaku yang menyenangkan dari penjual
    2. Attention (perhatian): mengadakan komunikasi yang diarahkan kepada pembelian produk dan jasa
    3. Action (sikap): memberikan pelayanan yang lebih baik untuk pelanggan intern dan ekstern

    Siklus pelayanan prima:
    1. Atraksi: bertujuan menarik pelanggan supaya masuk ke dalam toko
    2. Shopping centre: pelayanan yang bisa langsung dirasakanpelanggan pada saat masuk toko dan selama berbelanja
    3. Comfort service: menyuguhkan perasaan nikmat selama berbelanja, dengan mengiringi musik, toilet, tv, dll
    4. Buying service: penggunaan personil / pramuniaga yang terdidik
    5. Good will or courtesy service: menarik pembeli untuk menjadi pelanggan dengan cara memberikan garansi, penukaran barang bila tidak cocok

    SALURAN JARINGAN DISTRIBUSI


    Distribusi adalah kegiatan menyebarkan / menyalurakan barang atau jasa ke tangan konsumen
    Saluran jaringan distribusi: adalah lelbaga-lembaga yang memasarkan produk yang berupa barang atau jasa dari produsen ke konsumen.

    Pokok-pokok saluran jaringan distribusi:
    1. Secara langsung: produk/jasa disampaikan langsung dari produsen ke konsumen tanpa perantara
      PRODUSEN === KONSUMEN
    2. Secara semi langsung: produk / jasa disalurkan melalui saluran milik perusahaan sendiri
    3. PRODUSEN ===PEDAGANG ECERAN (RETAILER) === KONSUMEN
    4. Saluran tidak langsung: produk/jasa disalurkan kepada konsumen melalui lembaga-lembaga penyaluran
    5. PRODUSEN ===LEMBAGA PENYALUR ===PEDAGANG ECERAN (RETAILER)===KONSUMEN

    Alasan menggunakan saluran jaringan distribusi:
    1. Adanya kebutuhan yang harus dipenuhi
    2. Penghematan biaya dan waktu
    3. Produsen dapat mengkonsentrasikan waktu dalam berproduksi
    4. Jarak yang terlalu jauh memerlukan adanya saluran distribusi

    Pertimbangan dalam memilih dan menentukan saluran jaringan distribusi:
    1. Sifat-sifat konsumen (jauh, banyak, terpencar atau berada pada satu lokasi)
    2. Sifat dan jenis produk, (apakah barang konsumsi atau produksi, tahan lama atau tidak)
    3. Sifat perantara: kelemahan dan kekurangan tipe perantara
    4. Sifat persaingan: produk yang sama dengan produk pesaing
    5. Sifat perusahaan sendiri: besar kecilny perusahaan, kondisi keuangan, komposisi produk yang dihasilkan dan politik pemasarannya.

    PERANTARA DALAM PERDAGANGAN:


    Alasan menggunakan perantara:
    1. Alasan stategi pemasaran
    2. Alasan politis
    3. Alasan spesialisasi dalam tugas perdagangan
    4. Alasan efisiensi modal
    5. Alasan manajemen

    Macam-macam perantara perdagangan:


    Perantara perdagangan yang berkaitan langsung dengan jual beli yang memiliki hak milik atas barang dagangan:
    1. Saudagar (wholesale merchant): pengusaha yang membeli barang, memperoleh hak milik, menyimpan, dan menjual kembali barnag dagangan.
    2. Pedagang eceran (retailer): perusahaan yang melakukan penjualan eceran langsung kepada konsumen.
    Perantara perdagangan yang berkaitan langsung dengan jula beli tanpa mempunyai hak atas barang dagangan:
    1. Perusahaan
      1. Pegawai atau karyawan
      2. Para pedagang musafir (salesman)
    2. Berdiri sendiri
      1. Agent (AGEN)
      2. Merupakan suatu perusahaan/seseorang yang melakukan kegiatan tawar menawar penjualan atau pembelian maupun kedua-duanyadengan tidak memperoleh hak milik atas barang yang diperdagangkannya. Agen menerima imbalan yang disebut dengan komisi
      3. Makelar (BROKER)
      4. Merupakan perusahaan/seseorang yang melakukan usaha perdagangan dengan bertindak mewakili pihak pembeli atau penjual dalam persetujuan jual beli. Makelar menerima balas jasa berupa provisi atau kurtase (courtage)
      5. Komisioner
      6. Merupakan perusahaan (agen) yang melakukan persetujuan-persetujuan jula beli atas namanya sendiri untuk pihak tertentu dengan mendapatkan upah provisi atau factorage. Komisioner memiliki beberapa hak, yaitu:
        • Hal privilege: hak mendahului terhadap barang-barang yang berada di dalam kekuasaannya, untuk memperhitungkan ongkos-ongkos lainnya yang belum diterima dari commitment atau principalnya.
        • Hak retensi: hak untuk menahan barang-barang milik commitmennya, supaya ia mendapat bayaran dari commitment/ principal atas jasanya.
        • Hak tagih untuk commitment yang pailit: komisioner dengan tegas disamakan dengan pemegang gadai yang dapat menjalankan hak-haknya seolah-olah tidak terjadi kepailitan.
        Jenis komisioner berdasarkan kegiatannya:
        • Komisioner penjual
        • Tugas:
          • Menerima dan menyimpan barang dagangan
          • Mengasuransikan barang dagangan
          • Membayar biaya/ongkos yang berkaitan dengan barang dagangan tersebut
          • Menjual barang dagangan tersebut dengan harga tertentu
          • Menagih piutang atas penjualan yang dilakukannya
          • Membuat dan mengirimkan perhitungan kepada commitment/principalnya
          • Menyerahkan hasil bersih penjualan kepada commitment/principalnya, yaitu hasil kotor
          • penjualan dikurangi ongkos-ongkos dan komisi
        • Komisioner pembeli
        • Tugas:
          • Membeli barang dagangan untuk commitment/principalnya
          • Membayar harga pembelian dan biaya lainnya yang berkaitan dengan itu
          • Mengirimkan atau menyerahkan barang kepada commitment/principalnya
          • Menyimpan barang yang dibeli
          • Menagih atau mengirimkan faktur pembelian (yang nilainya sebesar harga beli barang ditambah ongkos-ongkos dan komisi) kepada commitment/ principalnya

    Perantara perdagangan yang tidak berkaitan langsung dengan jual-beli

    Adalah orang-orang/para pengusaha yang hanya memberikan jasa tertentu dalam membantu kelancaran distribusi barang dagangan (sebagai fasilitator) Fasilitator dibagi dua:
    1. Fasilitator penunjang: adalah perusahaan-perusahaan tertentu yang memungkinkan pemeliharaan dan pemindahan barang, misalnya:
      • Perusahaan pembungkus dan pengepakan barang
      • Perusahaan bongkar muat barang
      • Perusahaan pergudangan
      • Perusahaan angkutan
    2. Fasilitator pelengkap: perusahaan-perusahaan yang memberikan jasa dalam penanggungan kerugian, penyediaan dana, promosi, dsb, misalnya:
      • Perusahaan asuransi
      • Lembaga keuangan dan bank
      • Biro iklan
      • Media (radio, TV, surat kabar, majalah,dll)

    Perantara di bidang jasa lainnya

    Dalam bentuk perantara jasa hotel, pariwisata, hiburan, dsb. Hak perantara: Agen perdagangan, komisioner, maupun makelar mempunyai hak sama yaitu hak retensi (hak bagi pemegang atau penerima kuasa untuk menahan segala apa yang menjadi kepunyaan pemberi kuasa yang berada ditangannya, apabila provisi (upah) dan biaya-biaya lainnya belum dibayar lunas. Kewajiban perantara:
    • Penerima kuasa (perantara) selama belum dibebaskan dari tugasnya sebagai kuasa, kerugian, dan bunga yang mungkin timbul ia tidak melaksanakan tugasnya
    • Harus melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Apabila tidak, maka ia akan dianggap melalaikan kewajibannya dan karenanya dapat dituntut untuk membayar gantui rugi yang timbul karena kelalaiannya.
    • Berkewajiban untuk memberi laporan tentang segala aktivitas tentang pertanggungjawaban keuangan kepada pemberi kuasa.
    Kewajiban makelar lainnya:
    • Tiap-tiap perjanjian yang dibuat dengan perantaranya harus dicatat dan salinannya harus secepat mungkin disampaikan kepada masing-masing pihak.
    • Kalau hakim memerintahkannya, makelar harus menunjukkan catatan-catatannya dengan maksud agar hakim dapat membandingkannya dengan surat-surat perjanjian yang diserahkan padanya.
    • Mengenai hal-hal ini, hakim bewenang meminta keterangan dari makelar yang bersangkutan:
      1. Menyimpan contoh barang dalam hal jual beli
      2. Diwajibkan melakukan perintah dari pemberi kuasa sebaik mungkin
    Persyaratan menjadi perantara:
    • Sudah dewasa
    • Cakap/wenang menurut hukum, artinya tidak dalam sakit ingatan, sakit jiwa, atau di bawah pengampunan untuk melakukan perjanjian-perjanjian
    »»  Read more...

    Sunday, 25 March 2012

    MENGEVALUASI HASIL USAHA (part 2)

    Rasio Keuangan

    Rasio keuangan adalah suatu perbandingan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain, yang bertujuan untuk memberikan gambaran baik buruknya posisi keuangan suatu perusahaan
    Ada 3 struktur keuangan dalam perusahaan, yaitu:
    1. Struktur kekayaan
    2. Adalah perimbangan antara aktiva lancar dengan aktiva tetap, baik secara abslout maupun relatif.
    3. Struktur finansial
    4. Adalah perbandingan yang menunjukkan bagaimana aktiva-aktiva perusahaan dibelanjai, yaitu yang menyangkut semua sumber pembelanjaan yang tercermin dalam passiva neraca. Atau: perimbangan absolut atau relatif antara keseluruhan modal asing dengan jumlah modal sendiri.
    5. Struktur modal
    6. Adalah perimbangan abslout dan relatif antara utang jangka panjang dan modal sendiri. Contoh:
      Struktur kekayaan
      Aktiva lancar : Rp 400.000.000,-
      Aktiva tetap   : Rp 600.000.000,- 
      Absolut  =  40 :60
      Relatif  =  40% : 60%
      Struktur finansial
      Modal asing : Rp 300.000.000,-
      Modal sendiri: Rp 700.000.000,-
      Absolut  =  3 : 7
      Relatif  =  30% : 70%
      Struktur modal
      Utang jangka panjang : Rp 300.000.000,-
      Modal sendiri : Rp 600.000.000,-
      Absolut  =  30 : 60
      Relatif  =  33,3 % : 66,7 %

    Penghitungan Rasio Keuangan

    1. Tingkat efisiensi kegiatan perusahaan
    2. Ini dapat dilihat dari:
      • Margin Bersih 
      • Margin Kotor
      • Margin Pengeluaran
      • Tingkat pengurangan resiko kerugian perusahaan, dilihat dari:
        • Break event point (BEP)
        • Margin of safety
        • Kemampuan keuangan perusahaan
      • Likuiditas
        • Current ratio
        • Quick ratio
        • Quick asset
        • Working capital to total assets ratio
      • Solvabilitas
      • Rentabilitas
        • Rentabilitas
        • Rentabilitas Ekonomis
        • Rentabilitas Modal Sendiri
        • Keterangan:
          • SL = sisa laba
          • LP = laba penyertaan di perusahaan lain
          • BP = bunga pinjaman jangka panjang
          • MS = modal sendiri
          • MA = modal asing
          • PM = penyertaan modal diperusahaan lain

    Teknik Perencanaan Pengembangan Usaha

    Perencanaan pengembangan usaha adalah:
    1. Mengatur proses kegiatan usaha, produksi, pemasaran, penjualan, perluasan usaha, pembelian, tenaga kerja, dan pengadaan peralatan usaha untuk mencapai tujuan
    2. Keseluruhan proses hal-hal yang akan dikerjakan pada masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditentukan
    3. Sebuah selling document tertulis yang disiapkan dan mengungkapkan daya tarik, serta harapan sebuah usaha atau bisnis kepada penyandang dana potensial
    4. Perkembangan sistematis dari program tindakan dan ditujukan pada pencapaian tujuan usaha yang telah disepakati dengan proses analisis, dan seleksi di antara kesempatan-kesempatan pengembangan usaha yang ada
    Prinsip-prinsip pengembangan usaha:
    1. Harus dapat diterima oleh semua pihak dan dapat dilaksanakan
    2. Harus dibuat secara fleksibel dan realistis
    3. Harus mencakup semua aspek kegiatan usahanya
    4. Harus merumuskan cara-cara kerja efektif dan efisien
    Manfaat perencanaan pengembangan usaha:
    1. Sebagai alat untuk membimbing jalannya pelaksanaan pengembangan usaha
    2. Mengamankan kelangsungan hidup pengembangan usaha
    3. Meningkatkan kemampuan manajerial dalam rangka pengembangan usaha
    4. Sebagai pedoman wirausaha dalam pelaksanaan pengembangan usaha
    5. Sebagai alat untuk mengetahui yang akan terjadi dalam rangka pelaksanaan pengembangan usaha
    6. Sebagai alat berkomunikasi dalam rangka pelaksanaan pengembangan usaha
    7. Sebagai alat untuk memperkecil risiko dalam pelasanaan pengembangan usaha
    8. Memperbesar peluang usaha dalam rangka pelaksanaan pengembangan usaha
    9. Sebagai alat pengendalian pengembangan usaha
    10. Sebagai alat memudahkan bantuan kredit modal usaha dari bnak dalam rangka pengembangan usaha
    Tujuan perencanaan pengembangan usaha
    1. Membantu wirausaha untuk berorientasi ke masa depan dalam pengembangan usaha
    2. Mengkoordinasikan keputusan dan menentukan gagasanndalam pengembangan usaha
    3. Membantu wirausaha meningkatkan akses pasar dan memperbesar pangsa pasar dalam pengembangan usaha
    4. Membantu wirausaha meningkatkan akses dan penguasaan teknologi dalam pengembangan usaha
    5. Membantu wirausaha meningkatkan akses sumber modal usaha dan memperkuat struktur modal dalam pengembangan usaha
    6. Membantu wirausaha meningkatkan kemampuan organisasi dan manajemen dalam rangka pengembangan usaha
    5 langkah dasar proses perencanaan pengembangan usaha:
    1. Menganalisis lingkungan internal dan eksternal usahanya (SWOT analysis)
    2. Memformulasikan strategi pengembangan usaha jangka pendek dan jangka panjang (visi,misi, strategi, dan kewajiban)
    3. Menerapkan rencana strategi pengembangan usaha (program, anggaran, dan prosedur)
    4. Mengevaluasikna kinerja strategi perencanaan pengembangan usaha
    5. Melakukan follow-up dengan feed back yang berkesinambungan
    Faktor pendukung keberhasilan pengembangan usaha:
    1. Adanya perencanaan yang tepat, mantap, dan dapat dilaksanakan
    2. Visi dan misi serta dedikasi yang tinggi
    3. Sumber daya manusia yang tinggi
    4. Manajemen usaha yang handal, terampil, dan teknologi yang tinggi
    5. Komitmen yang tinggi
    6. Dana atau modal yang cukup
    7. Sarana atau prasarana yang lengkap
    8. Keterampilan dan pengalaman
    9. Kecocokan minat atau interest terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen
    10. Kepuasan konsumen
    11. Faktor internal dan eksternal berupa peningkatan akan barang dan jasa yang dipasarkan

    Teknik Pengembangan Usaha

    Teknik pengembangan usaha yang memanfaatkan sumber daya internal adalah untuk menciptakan kemampuan dan meningkatkan nilai tambah agar mencapai tujuan sumber daya usaha, diantaranya:
    1. Tanah, bahan baku, dan bangunan usaha
    2. Adanya bakat dan keahlian wirausaha dalam memimpin pengembangan usaha
    3. Modal yang cukup
    4. Manajemen yang diterapkan
    5. Tenaga kerja yang ahli dan terampil
    6. Teknologi yang diterapkan
    7. Kemitraan dan modal ventura
    Langkah-langkah teknik pengembangan usaha:
    • Langkah I , wirausaha menetapkan gambaran pasaran hasil produksinya,sbb:
      1. Mencari konsumen yang dituju
      2. Menentukan banyaknya produk yang dibutuhkan konsumen
      3. Menetapkan harga jual sesuai daya beli konsumen
      4. Membuat ukuran modelnya dan macam produk yang diminati konsumen
      5. Menciptakan mutu produk dan manfaat yang diminati konsumen
      6. Menciptakan kemasan yang diminati konsumen
      7. Menciptakan selera dan minat konsumen serta tanggapan terhadap produk
    • Langkah II, wirausaha harus menciptakan saluran distribusi tepat, dengan cara:
      1. Disalurkan langsung kepada konsumen
      2. Disalurkan secara tidak langsung
      3. Disalurkan secara semi langsung
    • Langkah III, wirausaha harus dapat memproduksi produk, dengan cara:
      1. Membuat produk dengan menggunakan mesin
      2. Membuat kemasan yang menarik dan digemari konsumen
      3. Membuat warna produk yang menarik dan disenangi konsumen
      4. Membuat jenis dan bentuk produk yang diminati konsumen
      5. Membuat produk yang berkualitas dan bermanfaat bagi konsumen
    • Langkah IV, wirausaha dapat mengawasi dan mengendalikan produk, sbb:
      1. Mengawasi dan mngendalikan hasil produk
      2. Membuat catatan hasil pengawasan/pengendalian produk terutama terkait kualitas dan manfaatnya
    • Langkah V, wirausaha daapt mencari dan memperoleh bahan baku, dengan cara sbb:
      1. Mencari bahan baku dengan mudah
      2. Menyiapkan persediaan bahan baku dengan cukup
      3. Menyiapkan dan melaksanakan transportasi dengan baik
      4. Mencari dan mnyediakan tenaga kerja terampil
    • Langkah VI, wirausaha dapat memelihara sarana dan prasarana dengan cara:
      1. Meningkatkan pemeliharaan dan merawat fisik pabrik dan bangunan
      2. Mengoptimalkan pelaksanaan dan ketatausahaan, pembukuan, adminstrasi, dan peraturan pemerintah
      3. Menerapkan efisiensi penggunaan waktu pengembangan usaha, tenaga kerja, dan pembiayaan usaha
      4. Melaksanakan dan menggunakan prinsip-prinsip ekonomis dan manajemen usaha
    Realisasi Pengembangan Usaha
    1. Pengembangan usaha yang sudah ada, dapat dilakukan dengan beberapa cara:
      • Usaha yang sudah ada, produk yang ditawarkan bukan produk lama, tetapi produk baru atau produk yang sudah diperbarui menyangkut kualitas, model, desain, dan manfaat produk yang diminati dan disenangi oleh konsumen
      • Strategi diversifikasi produk, wirausaha harus membuat produk baru yang berbeda dengan yang sudah ada agar diminati konsumen
      • Strategi penetrasi pasar, dengan menjual jenis produk lama dalam jumlah yang lebih besar ke pasar lama
      • Strategi manajemen usaha, suatu transisi pengambilan keputusan manajerial dalam merealisasikan pengeambangan usaha
      • Strategi menyisihkan uang, dengan cara:
        1. Memanfaatkan dana-dana penyusutan
        2. Menyisihkan laba yang diperoleh
        3. Penjualan aktiva yang tidak terpakai
        4. Penjualan produk secara kontan (diskon)
    2. Membeli perusahaan lain
    3. Hal yang perlu diperhatikan:
      1. Memeriksa kondisi fasilitas, peralatan mesin-mesin, dan badan hukumnya
      2. Memeriksa semua dokumen-dokumennya
      3. Menyelidiki apa yang menyebabkan pemilik perusahaan lama menjualnya
      4. Menyelidiki bagaimana jalannya usaha perusahaan pada tahun-tahun terakhir
      5. Menyelidiki dan menghubungi para relasi usahanya terutama yang menyangkut perbekalan dan pemasarannya
    4. Stratetgi suksesi/alih generasi
    5. Alih generasi penerus perusahaan biasanya diambil dari anggota keluarga atau teman, bahkan dari karyawan yang paling setia, prestatif, semangat potensial, dan mampu mengembangkan usaha. Ada 2 hal yang harus diperhatikan wirausaha dalam pengembangan strategi alih generasi, sbb:
      1. Mendidik kader pemimpin yang potensial, berbakat, pintar, prestatif, aktif, inisiatif, dan produktif guna merealisasikan pengembangan usaha
      2. Menyiapkan kader pengganti atau usaha dari perusahaan perseorangan menjadi firma, CV, atau PT
    »»  Read more...

    Saturday, 24 March 2012

    MENGEVALUASI HASIL USAHA (part 1)

    Penyusunan Laporan Keuangan

    1. Laporan Manajemen 
      • Laporan harian/mingguan 
      • Laporan harian yang dibutuhkan adalah tentang hal-hal yang bersifat operasional. Laporan harian meliputi: posisi kas harian, ringkasan-ringkasan penjualan (baik tunai & kredit), pembayaran kontan, uang yang diterima dari tagihan hutang, saldo kas dalam bank, dan saldo akhir kas. 
        Wirausaha yang progresif akan juga menginginkan perincian sediaan sehari-hari sehingga tingkat sediaan dapat dikendalikan, dalam kaitannya dengan penjualan dan arus kas. Banyak kegagalan karena tidak dapat mengendalikan persediaan.
      • Laporan bulanan 
      • Untuk perusahaan yang baik, perusahaan membutuhkan adanya laporan bulanan yang terdiri dari:
        1. Laporan laba rugi yang terperinci 
        2. Analisis penjualan dan inventaris produk sertaan/kelompok jasa
        3. Analisis dari arus kas, debitur, kreditur, dan ikatan keuangan
        4. Analisis rasio intern yang menunjukkan tingkat efisiensi dan menyorot kecendrungan, dengan perbandingan antara rencana dan realisasi sebenarnya. 
      • Laporan triwulan 
      • Laporan bulanan akan tersedia setiap bulan, dan informasi ini seharusnya tersedia antara lain:
        1. Suatu laporan terperinci tentang posisi keuangan 
        2. Perbandingan industri intern dan ekstern sebagai tolok ukur efisiensi
        3. Analisis kecendrungan secara lebih terperinci daripada yang biasanya disediakan setiap bulan
        4. Informasi tentang bisnis sekarang untuk memungkinkan meninjau kembali kegiatan dan memproyeksikan rencana masa depan. 
      • Laporan tahunan 
      • Laporan tahunan utama adalah neraca, laporan laba rugi, dan keterangan arus kas, yang bersama-sama dengan laporan triwulan akan merupakan dasar bagi perencanaan strategis.
    2. Laporan Keuangan 
    3. Hubungan yang terdapat dalam persamaan akuntansi dapat digunakan untuk membuat tiga laporan keuangan, yaitu:
      • Laporan Neraca
      • Memuat tentang gambaran mengenai posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu. Komponen neraca:
        1. Aktiva (assets)
        2. Adalah semua kekayaan yang dimiliki suatu perusahaan, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud yang dapat dinilai dengan uang dan digunakan dalam operasi perusahaan. Aktiva terdiri dari: aktiva lancar, investasi jangka panjang, aktiva tetap, dan aktiva tidak berwujud.
        3. Kewajiban (liabilities)
        4. Adalah utang-utang perusahaan yang timbul karena peristiwa (transaksi) masa lalu dan harus diselesaikan di masa mendatang dengan menyerahkan aktiva atau sumber daya perusahaan (berupa pelunasan). Utang terdiri dari: utang lancar, utang jangka panjang, dan utang-utang lainnya yang tidak termasuk ke dalam dua utang sebelumnya.
        5. Ekuitas (equity)
        6. Adalah hak pemiliikan atas aktiva perusahaan yangmerupakan kekayaaan bersih yaitu selisih aktiva dengan utang. Pemberian nama ekuitas tergantung jenis perusahaannya.
            Bentuk perusahaan Nama Modal
            Perseorangan Modal ........... (nama pemilik)
            Persekutuan (CV, Firma) Modal .............. (nama pemilik/sekutu)
            Persero Modal saham (stock)
            Koperasi Simp pokok, simp wajib, dan cadangan
            1. Laporan Laba/Rugi
            2. Adalah laporan yang menunjukkan kinerja/kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba/keuntungan selama periode tertentu, terdiri dari unsur pendapatan dan beban. Pendapatan adalah penghasilan yang diperoleh melalui penyerahan barang atau jasa kepada pembeli yang biasanya diukur dengan aktiva yang diterima sebagai penukaran atas barang atau jasa yang diserahakan selama periode tertentu. Pendapatan ada dua, yaitu:
              1. Pendapatan operasional adalah pendapatan dari kegiatan utama perusahaan
              2. Pendapatan non-operasional adalah pendapatan yang diperoleh dari luar usaha pokok yang sifatnya insidental.
              Beban (expenses) adalah semua pengorbanan yang terjadi ditunjukkan utnuk memperoleh pendapatan selama periode tertentu. Beban dapat dibedakan atas dua:
              1. Beban operasional adalah beban yang terjadi ditunjukkan dalam rangka pendapatan operasional
              2. Beban non operasional adalah beban yang terjadi yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan utama perusahaan
              Laba rugi memperlihatkan operasi perusahaan selama satu periode, seperti satu tahun, satu kuartal, atau satu bulan. Persamaan untuk laporan laba rugi:
              Penghasilan-biaya= Laba Bersih (rugi)
               
            • Laporan Perubahan Posisi Keuangan (Arus Kas)
            • Tujuannya adalah utnuk memberikan informasi tentang perubahan aktiva lancar dan utang lancar ( penggunaan dan sumber modal kerja perusahaan) Laporan arus kas adalah laporan yang digunaka untuk memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas pada periode tertentu. Laporan arus kas melaporkan hal-hal sbb:
              1. Penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasi
              2. Penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas investasi
              3. Penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas pendanaan
              4. Jumlah kas akhir periode
          1. Teknik Menyusun Laporan Keuangan
          2. Tujuan penyusunan laporan pengelolaan usaha adalah untuk mengetahui posisi tenaga kerja, keuangan, peralatan, bahan baku, produksi, pemasaran, penjualan, pendistribusian, promosi, likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas usaha. Jenis laporan :
            • Laporan lisan: laporan yang disampaikan dengan lisan dan langsung dilaporkan oleh penyusun kepada pimpinan perusahaan mengenai maju mundurnya pengelolaan usaha
            • Laporan tertulis: laporan yang disusun secara tertulis mengenai pertanggungjawaban bawahan kepada atasannya
            Langkah penyusunan laporan:
            • Penyusun harus mengetahui kepada siapa laporan tersebut harus dilaporkan
            • Penyusun mengetahui bidang apa yang harus dilaporkan
            • Bidang manakah dari masalah pengelolaan usaha yang akan dikemukakan dalam isi laporannya
            • Bentuk laporan pengelolaan usaha yang bagaimana dalam penyusunan laporan usaha agar penyajiannya dapat diterima
            • Penyusun harus menyadari bahwa pihak yang akan menerima laporan belum mengerti tentang isi laporan
            • Penyusun sebelumnya harus mengetahui apakah masalah yang dilaporkannya ada hubungannya dengan masalah lainnya
            • Informasi yang melatarbelakangi masalah/bidang yang akan dikemukakan dalam laporan, perlu dimiliki oleh seorang wirausaha yang memiliki perusahaan
          3. Sistematika Penyusunan Laporan Pengelolaan Usaha
            • Judul laporan (ditulis pada sampulnya)
            • Daftar isi laporan (terdiri atas bab, pasal dan ayat)
            • Masalah pokok laporan (memuat tujuan laporan, tujuan penilaian, tujuan penelahaan, dsb
            • Batang tubuh laporan (memuat semua fakta, data, pandangan, dan alasan-alasannya
            • Penutup laporan (berisi laporan)
            • Sumber-sumber laporan usaha
            • Lampiran-lampiran laporan usaha
            Contoh bentuk laporan pengelolaan usaha:
            Laporan Pelaksanaan Kegiatan Usaha
            A. Bidang kegiatan usaha
            1. Jenis kegiatan
            a. Jenis usaha .........................., volume = Rp ........................
            b.  Jenis usaha .........................., volume = Rp ........................
            c.  Jenis usaha .........................., volume = Rp ........................
            d.  Jenis usaha .........................., volume = Rp ........................
            2. Rugi/laba
            a. Unit................................., Rugi/laba = Rp ........................
            b.  Unit................................., Rugi/laba = Rp ........................
            c.  Unit................................., Rugi/laba = Rp ........................
            d.  Unit................................., Rugi/laba = Rp ........................
            B. Bidang keuangan
            1. Neraca (terlampir)
            2. Analisis:
            a. Likuiditas = ..............%
            b. Solvabilitas = ..............%
            c. Rentabilitas  = ..............%
            C. Bidang permodalan
            1. Modal sendiri
            2. Modal asing
            a. Pinjaman jangka pendek = Rp ........................
            b. Pinjaman jangka panjang = Rp ........................
            c. Pinjaman lain-lain = Rp ........................
            D. Bidang administrasi dan umum
            1. Buku-buku
            a. Buku pembelian tunai = Rp ........................
            b. Buku pembelian kredit = Rp ........................
            c. Buku pembelian barang   = Rp ........................
            d.  Buku penjualan tunai   = Rp ........................
            e. Buku voucher    = Rp ........................
            2. Dokumen-dokumen dagang
            a.  Surat-surat perjanjian dagang = Rp ........................
            b. SITU, SIUP, NPWP, AMDAL, dll = Rp ........................
            c. Faktur dan kuitansi  = Rp ........................
            d.  Nomor rekening bank = Rp ........................
            e. Nomor registrasi perusahaan = Rp ........................
            f. Nota penjualan dan pembelian  = Rp ........................
            E. Bidang ketenagakerjaan
            1. Manajer = Rp ........................
            2. Karyawan = Rp ........................
            F.  Bidang pemasaran
            1. Lokal   = Rp ........................
            2. Nasional = Rp ........................
            3. Organisasi pemasaran = Rp ........................
            G. Bidang penjualan
            1. Kondisi pasar  = Rp ........................
            2. Kemampuan penjual = Rp ........................
            3. Organisasi penjual  = Rp ........................
            H. Bidang organisasi
            1. Pembagian tugas  = Rp ........................
            2. Wewenang dan tanggung jawab = Rp ........................
            3. Hubungan kerja   = Rp ........................
            4. Rencana kerja  = Rp ........................
          4. Laporan Keuangan Usaha
          5. Untuk mengetahui keadaan perkembangan keuangan usaha, seorang wirausaha harus melakukan analisis atas laporan keuangan usahanya.
            • Dasar analisis
              1. Keadaan keuangan usaha jangka pendek
              2. Keadaan keuangan usaha jangka panjang
              3. Hasil usaha perusahaan
            • Kegunaan
              1. Para pemilik usaha
                • Mengetahui besar kecilnya imbalan usaha
                • Mengetahui sistem pengendalian intern
                • Dapat tidaknya wirausaha mempertahankan kontinuitas perusahaannya
              2. Manajer perusahaan
                • Menyusun rencana usaha yang akan datang
                • Mengukur sistem pengendalian intern
                • Menentukan kebijaksanaan manajer perusahaan
              3. Investor, bankers, dan kreditor
              4. Dengan adanya analisis laporan keuangan, akan diketahui mengenai likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas perusahaan, sehingga mereka dapat menentukan:
                • Memberi tidaknya pinjaman
                • Menghentikan investasinya atau tidak
                • Mengubah pinjamannya menjadi modal perusahaan
              5. Pemerintahan
                • Menetapkan besarnya pajak
                • Menetapkan kebijaksanaan tentang ketenagakerjaan
                • Menetapkan kebijaksanaan tentang pertumbuhan ekonomi nasional
              6. Tenaga kerja / karyawan
              7. Dengan mengetahui hasil analisis laporan keuangan, maka dapat diketahui prospek/kemajuan perusahaan dimana tenaga kerja akan menetukan sikap:
                • Pindah kerja ke perusahaan lain
                • Perasaan aman dalam bekerja
                • Adanya promosi jabatan
                • Meningkatkan produktivitas dalam bekerja
          »»  Read more...