Welcome to My Blog of Educations and Crafts

Attention!
Bagi siswa SMK yang mau lihat materi Akuntansi, silahkan cek dulu kelompok materinya di post "Kurikulum" pada Tab "Akuntansi" untuk menghindari kesalahan dalam mengambil materi.

Tuesday, 27 March 2012

KEUANGAN DAN PEMBIAYAAN


PERMODALAN

Adalah: keseluruhan barang-barang yang masih ada dalam proses produksi
Macam modal:
  1. Modal aktif: yang tertera disebelah debet yang menggambarkan bentuk-bentuk penggunaannya, baik yang digunakan selama membangun perusahaan, maupun untuk pelaksanaan operasinya.
    1. Berdasarkan masa pakai, dibedakan atas:
      1. Modal lancar: kas, barang, wesel, surat-surat berharga (masa pakai kurang satu tahun)
      2. Modal tetap: aktiva tetap berwujud (tanah, gedung, mesin, pabrik, alat-alat tahan lama) dan aktiva tetap tidak berwujud (hak paten, hak cipta, & goodwill)
    2. Berdasarkan wujudnya, dibedakan atas:
      1. Modal barang: barang-barang, gedung, alat-alat, mesin, tanah, dsb.
      2. Modal tunai: uang kas, simpanan di bank, wesel tagih, cek, dsb.
  2. Modal pasif: modal usaha perusahaan yang dilihat dari sumbernya,merupakan kewajiban perusahaan kepada kreditur dan kewajiban kepada pemilik perusahaan
    1. Berdasarkan sumbernya:
      1. Modal sendiri/modal perusahaan:pemegang saham
      2. Modal asing: pinjaman atau kredit
    2. Berdasarkan lama penggunaannya:
      1. Modal pasif jangka pendek: milik pihak luar yang dilunasi dalam waktu kurang 1 tahun (hutang pembelian kredit, kredit rekening koran, pembayaran yang ditangguhkan)
      2. Modal pasif jangka panjang: milik pihak luar yang dilunasi lebih dari 1 tahun (hipotik, saham, dan obligasi)

KREDIT

Kredit dapat berupa kredit modal usaha jangka pendek dan jangka panjang
Strategi yang harus diperhitungkan dalam teknik dan prosedur kredit permodalan:
  1. Modal sendiri:karena mengandung resiko, maka harus mendapat laba yang tinggi dan dikendalikan dengan baik
  2. Modal pinjaman dari kawan / relasi: bisa pakai agunan atau tidak, harus digunakan secara efektif dan produktif
  3. Modal perusahaan khusus: awalnya berupa pinjaman, tetapi akhirnya menjadi modal sendiri
  4. Pinjaman hipotik: berjangka menengah dari berbagai lembaga keuangan untuk membeli harta tetap
  5. Pinjaman dari bank: berupa jangka pendek dan jangka panjang
  6. Utang dagang: sumber pembiayaan yang murah

Kredit permodalan dari bank
Prosedur: mengisi formulir, mlengkapi persyaratan, dan mengirimkan kembali ke bank
Persyaratan kredit:
  1. 3R, merupakan alat bank menilai pemohon kredit:
    1. Return: hasil usaha yang diharapkan dari penggunaan kredit
    2. Repayment capacity: kemampuan membayar kembali pinjamannya pada saat kredit harus diangsur atau dilunasi
    3. Risk bearing ability: kemampuan yang cukup untuk menanggung resiko
  2. 5C, merupakan alat bank menilai pemohon kredit:
    1. Character: berkaitan dengan pribadi, watak, dan kejujuran pemohon kredit dalam memnuhi kewajiban finansialnya
    2. Capacity: kemampuan manajemen perusahaan maupun keahliannya dalam mengelola usaha
    3. Capital: posisi finansial perusahaan ketika mengajukan kredit, perimbangan antara utang dengan modal sendiri
    4. Collateral: jaminan atau aktiva perusahaan yang diikatkan dengan jaminan

Proyeksi anggaran aliran kas: merupakan gambaran perkiraan pemasukan dan pengeluaran kas

BIAYA USAHA

Anggaran biaya usaha: segala bentuk perencanaan mengenai aktivitas-aktivitas yang dinyatakan dengan satuan biaya

Jenis-jenis anggaran biaya:
a. Anggaran biaya usaha jasa: berupa gaji, biaya gudang, angkutan, bongkar muat barang, penyusutan aktiva, dll
b. Anggaran biaya usaha dagang: berupa biaya untuk pembelian, penjualan, pemasaran, bongkar muat barang, gaji, administrasi,dll
c. Anggaran biaya industri: berupa biaya pemasaran, promosi, administrasi, dsb.

Anggaran biaya usaha:
  1. Anggaran biaya penjualan dan pemasaran, meliputi: menetapkan tujuan, menganalisis ekonomi, sifat atau gaya manajemen usaha, skala usaha perusahaan, kemampuan personal usaha perusahaan, kemampuan kapasitas produksi, horison waktu, dan struktur organisasi
  2. Anggaran biaya produksi, merupakan kuantitas dan kualitas barang yang ditetapkan oleh seorang wirausaha selama periode tahun anggaran pembuatan barang.
  3. Rencana anggaran biaya produksi yang lengkap memperlihatkan data anggaran biaya produksi yang diklasifikasikan, menurut:
    1. Produk yang akan diproduksi perusahaan
    2. Aktivitas dan tanggung jawab dalam proses produksi
    3. Periode waktu sementara dalam proses produksi
  4. Anggaran biaya overhead pabrik (BOP),merupakan bagian dari biaya produksi total yang tidak dapat langsung diidentifikasi pada produk, yang meliputi:
    • Biaya bahan baku langsung,
    • Biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya pabrik (pajak asuransi),
    • penyusutan,
    • persediaan barang,
    • perbaikan mesin,
    • perbaikan peralatan,
    • pemeliharaan,
    • reparasi, dll
  5. Anggaran biaya administrasi dan umum: merupakan upah atau gaji atau biaya yang dibayarkan kepada bagian administrasi dan umum.

PENGGOLONGAN BIAYA

  1. Berdasarkan fungsi perusahaan (biaya produksi): biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya umum dan administratif
  2. Berdasarkan hubungan biaya dengan hasil produksi: biaya langsung dan biaya tidak langsung.
  3. Berdasarkan sifatnya: biaya pembelian, biaya produksi, biaya umum, atau dapat juga biaya tetap (fixed cost) dan biaya berubah-ubah (variable cost)
  4. Berdasarkan hubungannya dengan masa pembukuan: pengeluaran penghasilan, pengeluaran modal
Kebutuhan biaya usaha perusahaan:
  1. Biaya produksi: pemakaian bahan langsung, upah buruh langsung, biaya umum pabrik
  2. Biaya penjualan: biaya pemasaran, komunikasi untuk agen, biaya distribusi
  3. Biaya administrasi dan umum: gaji, penyusutan, perbekalan kantor

TITIK PULANG POKOK (BREAK EVENT POINT/ TITIK IMPAS)

Adalah titik keseimbangan antara jumlah hasil penjualan dengan biaya produksi, untuk mencari hubungan antara biaya tetap, variabel, keuntungan dan volume penjualan.

BEP = HARGA JUAL – BIAYA USAHA = 0

CONTOH:
Jika harga jual Rp 3000 / unit, biaya tetap Rp 4.000.000 dan biaya variabel Rp 2.200/unit. Hitunglah besarnya titik pulang pokok/ bep dalam unit dan rupiah!

misal unit yg dijual = x
=(x3.000) – ((2.200x) + 4.000.000)
= 0 3.000x – 2.200 x – 4.000.000
= 0 800x

= 4.000.000 X
= 4.000.000 / 800 X
= 5.000 unit Dalam rupiah
= 5.000 x 3.000
= 15.000.000

Harga jual = 3000/unit
Biaya variabel = 2.200/unit

Profit margin = 3.000 – 2.200
= 800

BEP/unit = biaya tetap / profit margin
 = 4.000.000 / 800
= 5.000 / unit

BEP /unit = 5.000 unit x 3.000 =Rp  15.000.000

IRR (INTERNAL RATE RETURN)

Adalah tingkat pengembalian modal sendiri yang digunakan untuk usaha, yang berguna untuk mengetahui besar pengembalian modal sendiri jika digunakan untuk melaksanakan kegiatan usaha.

IRR = (LABA / MODAL SENDIRI) X 100%

ROI (RETURN ON INVESTMENT)

Adalah tingkat pengembalian seluruh harta yang digunakan untuk melaksanakan usaha dalam menghasilkan laba, yang berguna untuk mengetahui seberapa tingkat pengembalian dari seluruh harta yang diinvestasikan. Tingkat ROI yang semakin tinggi semakin baik.
ROI = (LABA USAHA / TOTAL HARTA) X 100%

No comments: